Nestapa Orang-orang Terusir

108 views
- Advertisement -

Akhir pekan lalu, 1000 lebih pengungsi dan pencari suaka yang berasal dari Rohingya dan Bangladesh mendarat di Indonesia dan Malaysia. Dilaporkan,  empat kapal kayu dilaporkan bersandar di Pantai Seunuddon, Lhoksukon, Aceh pada Minggu (10/5/2015). Sebelum ditarik nelayan, kapal-kapal sarat pengungsi itu terombang-ambing di laut lepas Aceh. Dugaan awal, kapal tersebut kehabisan bahan bakar. Namun, ada pula dugaan kapal tersebut ditinggalkan oleh penyelundup di tengah lautan.

International Organization for Migration (IOM) mensinyalir, masih ada ribuan orang lainnya yang terombang-ambing di tengah lautan dalam perjalanan mereka menuju negara tujuan. Diperkirakan, sekitar 7.000-8.000 orang masih tertahan di banyak kapal besar dan kecil di perairan Selat Malaka dan perairan internasional lain. Ketatnya penjagaan oleh Polisi Malaysia dan Thailand mengakibatkan banyak kapal yang digunakan untuk penyelundupan tertahan di lautan tanpa ada kepastian bisa bersandar.

Kondisi ini tentu saja sangat mengkhawatirkan mengingat bekal makanan para penumpang sangat terbatas. “Kami tak punya apa pun untuk dimakan. Sepanjang perjalanan kami hanya bisa berdoa,” ujar Rashid Ahmed (43) sebagaimana disitat Kompas, Senin (11/5/2015).

Mereka berlayar dari Rakhine, Myanmar sejak tiga bulan sebelumnya. Mereka hendak ke Thailand dan Malaysia. Arus pengungsi dari Rohingya memang terus membanjiri Indonesia sejak tahun 2009. Sebagian menjadikan Indonesia sebagai negara transit sebelum mencoba menyeberang ke Australia.

Mereka terusir dari tanah mereka di Myanmar karena konflik komunal yang terjadi selama beberapa tahun belakangan. Mereka hidup menderita karena diskriminasi pemerintah dan kelompok agama tertentu di sana. Padahal pada Desember lalu Perserikatan Bangsa-Bangsa mendesak pemberian hak kewarganegaraan penuh pada Rohingya. Pegiat HAM, Heru Susetyo mengatakan, orang Rohingya tidak memiliki teman di negaranya sendiri. “Sekitar 100.000 orang Rohingya terusir dan mengungsi ke tempat-tempat yang tidak aman,” katanya.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Anti Bot *