Pahlawan yang Dilupakan

1.354 views
- Advertisement -

Kita memang merasa telah melalui perjalanan waktu yang panjang. Kita selalu bergerak maju, tetapi adakalanya hal itu tidak terjadi. Mr. Muh. Yamin ketika berumur dua puluhan membuat rumusan teks Sumpah Pemuda, kemudian teks itu diresmikan sebagai naskah Sumpah Pemuda yang menjadi mitos ikatan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Ternyata puluhan tahun kemudian, oleh generasi yang belum lahir ketika itu, dipertanyakan ulang. Mereka ternyata ada yang menghendaki federalisme kembali. Begitu banyak waktu yang tersia-sia dan niscaya. Ada masa lalu dan masa kini. Dalam jarak waktu itu, terbentang banyak misteri, seperti alam ini dibuat oleh sang pencipta,tidak ada manusia yang tahu dengan pasti apa yang akan terjadi besok.

Masa lalu biasa dianggap hanya sebagai artefak sejarah, masa yang tidak lagi penting dibandingkan masa kini dan masa esok. Banyak orang yang beranggapan bahwa yang penting hanya masa kini. Hari ini apa jabatan kita. Bagaimana kita berkuasa sekarang. Jika bukan hari ini, selesailah. Dengan gampang kita melupakan masa lalu, pahlawan pada masa lalu cepat dilupakan. Jasa-jasa baik seseorang di masa lalu cepat pula luntur dari ingatan kita. Begitu banyak orang penting, pahlawan dan orang berjasa pada masa lalu yang kita campakkan. Yang kita tahu adalah orang yang berada dalam kesadaran waktu kita. Penyair besar, politisi, ahli hukum, dan arsitek yang kita akui hanyalah mereka yang ada dalam kesadaran waktu kita . Pada suatu ketika kelak, mereka pun dilupakan, karena generasi berikutnya hanya mengenal yang ada dalam kesadaran waktu mereka.

Banyak peradaban yang diciptakan manusia masa laJu hilang terbawa waktu, ada yang musnah oleh tangan manusia dan ada pula yang ditelan oleh bumi. Yang benar, dalam perjalanan waktu selalu ada yang berkelanjutan (continue) dan ada yang berubah (change), seperti perjalanan bumi ini dan perjalanan hidup kita.

- Advertisement -