Selasa , 26 September 2017
Home > Oase > Katakan dengan Solidaritas

Katakan dengan Solidaritas

Solidaritas atau berbagi untuk sesama, orang Bugis mengatakan “ Sipatuo sipatokkong”, (Hidup bersama, bahu membahu). Tahun 2004, saya teringat  bencana stunami di Aceh dan Sumatra Utara, sebagai contoh bangkitnya rasa solidaritas bangsa Indonesia. Solidaritas sebagai satu rumpun bangsa , solidaritas sepederitaan dan sepenaggungan nasib. Solidaritas seperti yang pernah di katakan oleh Bung Karno “bukan sanak bukan keluarga, tetapi kalau  mati, kita juga yang merasa kehilangan “.

Ada uangkapan solidaritas yang termuat pada sebuah milis internet menyangkut bencana stunami di Aceh ini. Seorang wanita muda aktivis  yang mewakili organisasinya berada di pasar Mayestik Jakarta untuk membeli kain kafan untuk di kirim ke Aceh. Ketika ia sudah menemukan tempat penjualan keperluan jenazah, ia bertanya kepada si penjual berapa harga seprangkat kain kafan .  Wanita muda ini menjadi kecut hatinya, karena uang yang dia bawa ternyata hanya bisa menghasilkan kurang lebih 20 kain kafan. Ia pun terpikir, sebaiknya uang yang terkumpul untuk membeli kain kafan tersebut, dikirim saja dalam bentuk uang daripada membeli kain kafan yang jumlah tidak begitu besar artinya.

Melihat ia  masih bingung dan tidak bisa memutuskan, penjual kain kafan itu bertanya, untuk apa kain kafan sebanyak itu. Mereka  yang biasa datang membeli di sini biasanya hanya untuk satu perlengkapan jenazah. Wanita muda itu dengan ragu-ragu  menjawab seadanya , kain kafan sebanyak itu untuk disumbangkan ke Aceh. Penjual itu dengan serta merta mendatangi beberapa penjual perlengkapan jenazah lain  disekitarnya. Dalam waktu singkat, para penjual perlengkapan jenazah itu berdatangan  membawa seperangkat  kain kafan yang akhirnya berjumlah  ratusan.

Para penjual perlengkapan jenazah itu  berkata kepada wanita muda tadi : “ Tolong ikutkan, ini adalah sumbangan kami. “Belum berhenti wanita itu terkesima atas kejadian ini, para penjual perlengkapan jenazah itu,  dibantu oleh portir liar  pasar, sudah mengangkat ratusan perangkat kafan itu ke atas mobil bak terbuka si wanita muda. Para penjual perlengkapan jenazah itu malah lebih dahulu menyampaikan terima kasih.