Bertahan Karena STF

453 views
Musfi Yendra
- Advertisement -

Gempa hebat 2009 berpusat di Padang Pariaman memberikan banyak dampak kerugian. Kerugian fisik, berupa hancurnya ribuan fasilitas umum dan rumah warga. Termasuk juga membuat kolap ekonomi masyarakat. Jangankan usaha kecil, pengusaha besar saja terpukul dibuatnya.

Akses ekonomi menjadi tertutup sesaat. Pasar-pasar tak beroperasi. Rentenir menjamur bak cendawan. Harga kebutuhan pokok mahal. Ribuan orang meninggal. Korban hidup ditampung di posko pengungsian. Memenuhi kebutuhan harian dari bantuan pemerintah dan lembaga-lembaga kemanusiaan. Keadaan sangat mencekam waktu itu.

Sebagian warga yang ingin memulai usaha pasca gempa terkendala modal. Mau pinjam ke bank tak punya jaminan. Mau pinjam ke rentenir bunganya besar. Bank 46. Dipinjam 4 dibayar 6. Kalau telat, membayar denda 7,8 dan seterusnya.

Di saat itulah sebuah program muncul. Social Trust Fund (STF) namanya. Digagas oleh Dompet Dhuafa. Berbentuk lembaga keuangan, sistemnya qardhul hasan. Memberikan pinjaman kepada korban bencana yang ingin memulai usaha.

Masyarakat meminjam tanpa ada agunan, mengembalikan sebesar yang dipinjam. Rp1 juta dipinjam, dikembalikan juga Rp1 juta plus pembinaan usaha. Lamanya pelunasannya 1 tahun. Dana yang dikembalikan peminjam digulirkan ke yang lain. Jika lancar pengembalian, bisa meminjam di tahun kedua dengan jumlah yang lebih besar.

Sebanyak 554 orang mendapat bantuan usaha melalui program ini. Sumber biaya untuk program STF merupakan CSR dan donasi kemanusiaan yang dihimpun Dompet Dhuafa. Program ini cukup efektif membantu masyarakat bangkit dari keterpurukan.

Chairul salah seorang penerima manfaat, hingga kini usahanya terus bertahan. Ia seorang penjahit dan penambal ban. Gempa membuatnya panik, sebab memiliki tanggungan lima orang. Semangatnya untuk bangkit kembali memulai usaha muncul setelah menjadi peserta program STF.

- Advertisement -