Konflik Kasta India: Pasokan Air Bersih Mulai Disalurkan ke New Delhi

249 views
Sejumlah warga mengantre air bersih di New Delhi. Ilustrasi/ Foto:Litaja.com
- Advertisement -

Tentara mengusai Kanal Munak setelah disita oleh pengunjuk rasa masyarakat Jat yang marah akibat kuota air bersih terkait kasta. Mereka mengambil alih kanal pada senin (22/2/2016) waktu setempat dan menjelaskan bahwa perbaikan kanal butuh waktu yang cukup lama.

“Butuh waktu 3 sampai 4 hari untuk mengembalikan suplai air kembali normal ke daerah yang terdampak. Semua sekolah di Delhi juga ditutup karena krisis air,” ujar Kepala Dewan Air Delhi, Keshav Chandra seperti dikutip dari BBC, Selasa (23/2/2016).

Chandra menghimbau agar masyarakat berhemat dalam menggunakan air. Saat ini tanker bermuatan air bersih dikirim menuju daerah-daerah yang masih mengalami krisis air.

Ketua Menteri Delhi, Arvind Kejriwal mengatakan melalui twitter bahwa saat ini tentara sedang memperkirakan seberapa lama air mengalir sampai ke Delhi. Selain itu tentara juga sedang menyelidiki kerusakan-kerusakan yang terjadi pada kanal.

Tiga hari yang lalu pengunjuk rasa mengamuk. Tentara juga sempat menembaki para demonstran di Distrik Rohtak dan Jhajjar.  Akibatnya 16 orang tewas dan ratusan orang lainnya terluka.

Menteri Negara Haryana, Ram Bilas Sharma mengatakan situasi telah kembali normal. Lalu lintas di jalan raya sudah normal, dan jalur kereta api antara Delhi dan kota-kota Jaipur dan Chandigarh telah dibuka kembali  yang sebelumnya ditutup akibat ulah demonstran.

Sharma juga menegaskan bahwa pemerintah akan memperkenalkan RUU tentang pemesanan dan kuota bagi masyarakat Jat di sesi pertemuan berikutnya. Sementara itu, pemerintah federal India menyatakan akan membentuk sebuah komite tingkat tinggi untuk menangani keluhan dari Jat.

Sementara itu Wartawan BBC, Sanjoy Majumder, yang dekat perbatasan Delhi dengan negara tetangga Haryana, mengatakan pengunjuk rasa telah memblokade jalan menolak untuk mengalah. “Kami tidak mempercayai mereka. Mari kita buat perjanjian tertulis,” ucap salah seorang demonstran yang menolak disebutkan namanya kepada BBC.

- Advertisement -