Mensos Belum Tahu Detail Rencana Operasi Ganti Hati Bayi Sabira

670 views
Sabira Husin, bayi asal Aceh Utara yang menderita penyakit atresia bilier dan akan melakukan operasi ganti hati/ Foto: Anshora.com
- Advertisement -

JAKARTA – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengaku belum mengetahui informasi detail tentang kondisi bayi Sabira Husin, asal Aceh Utara yang kini dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) karena mengidap penyakit atresia bilier atau tidak terbentuknya saluran empedu dengan sempurna.

Rabu (8/6/20116), di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Khofifah mengakui hal ini, “Soal bayi Sabira ini saya akan cek dulu ya laporannya seperti apa,” katanya.

Menurutnya, setiap hari di meja Khofifah dipenuhi surat permohonan bantuan dana untuk bayi-bayi yang mengalami sakit. Setiap harinya tidak pernah kurang 20 surat terlampir di mejanya.

Surat-surat yang datang kepadanya biasanya langsung dilimpahkan ke tim bernama Quick Response Kemensos. Mereka akan turun ke lapangan untuk mengecek kebutuhan sang bayi. Begitu juga dengan bayi Sabira yang membutuhkan biaya transfusi darah, susu dan pascaoperasi, Khofifah memastikan, hal itu tidak luput dari otoritas tim Quick Respons.

“Biasanya mereka merespons sesuai dengan kebutuhan yang harus diantisipasi. Makanya saya akan cek dulu soal bayi Sabira ini, apa-apa saja yang bisa di-support,” ujar Khofifah, dikutip dari Tribunnews.

Saat ini, Bayi Sabira yang berusia satu tahun berada di ruang karantina RSCM. Rencananya, tim dokter akan melakukan operasi ganti hati tanggal 11 Juni 2016. Adapun pendonor hati bayi malang ini tak lain adalah ayahnya, Jefriza.

Ibu Sabira, Cut Linda Marheni mengatakan, saat ini untuk biaya operasi, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memberikan tanggungan dana sebesar Rp 250 juta, sedangkan RSCM sebesar Rp 750 juta.

Namun, Linda masih mengkhawatirkan perihal biaya transfusi darah. Pasalnya, biaya sebesar Rp 4 juta untuk satu kantong darah itu tidak ditanggung oleh siapa pun.

- Advertisement -