Sinergi Pemberdayaan DD-Yayasan Hasanah Titik

892 views
Pemberdayaan peternak sapi perah di Umbulharjo, Cangkringan Sleman DIY
- Advertisement -

Fajar baru saja menyingsing saat Sukamto bergegas dari rumahnya. Ia membawa sejumlah ember dan milkcan (tabung susu). Sukamto menuju kandang ternak yang lokasinya sepelemparan batu dari rumahnya. Bunyi jangkrik mengiringi langkah Sukamto.

Udara dingin tak diacuhkan Sukamto. Ia terus memerah susu sapi, perlahan namun penuh energi. Saat matahari mulai naik, sudah dua ember susu sapi segar yang didapatkan Sukamto. Ia pun menuangkan susu sapi segar ke dalam milkcan yang di atasnya terdapat saringan.

Tak menunggu lama, Sukanto segera menuju Rumah Susu “Ngudi Makmur”, koperasi yang diinisiasi Dompet Dhuafa di Dusun Balongwetan Plosorejo, Umbulharjo Cangkirangan, Sleman DI Yogyakarta. Sukamto tak sendirian, di saat bersamaan sejumlah peternak lainnya juga mendatangi tempat yang sama.

Sebagian warga Dusun Balongwetan memang hidup dari ternak sapi perah. Awalnya warga mengantungkan hidup dengan beternak sapi potong. Erupsi gunung Merapi pada tahun 2010 membuat mereka kehilangan hewan ternaknya. Untuk membangun perekonomian warga, Dompet Dhuafa pemberdayaan masyarakat dengan pemberian sapi perah untuk diternakan serta pendirian rumah susu. Berawal dari 10 sapi perah, kini berkembangbiak menjadi 34 sapi perah dengan penerima manfaat bertambah jadi 23 peternak.

Setiap pagi dan sore ratusan liter susu sapi dihasilkan. Kemudian dibawa ke rumah susu untuk ditimbang selanjutnya susu siap dibawa ke koperasi yang lebih besar. Ketua Kelompok Ternak, Madyo Wiyono mengatakan, setiap harinya sekira 400 liter susu sapi segar dihasilkan peternak.

“Harapan kami, bisa ditambah populasi sapinya, sehingga bisa mengembangkan kelompok secara kreatif. Selain itu juga (mohon bantuan) teknologi yang lebih maju sehingga bisa mengolah susu dan menghasilkan penghasilan yang lebih daripada saat ini,” ujarnya.

- Advertisement -