Sinergi Pemberdayaan DD-Yayasan Hasanah Titik

965 views
- Advertisement -

Program Rumah Susu di Dusun Balongwetan Umbulharjo adalah salah satu program yang disinergikan antara Dompet Dhuafa dengan Yayasan Hasanah Titik (YHT) BNI Syariah, melalui jaringan MPZ (Mitra Pengelola Zakat) Networking.

General Manager Resource Mobilization (Remo) Dompet Dhuafa, Urip Budiarto menjelaskan, MPZ Indonesia nerworking merupakan terobosan customer segment baru yang mengubah paradigma pragmatis transaksi menjadi paradigma movement dan development. Sasarannya adalah lembaga zakat-lembaga zakat corporate.

“Melalui sinergi ini, Dompet Dhuafa dan mitra akan merancang bersama program yang akan dijalankan hingga monitoring-evaluasinya,” ujarnya.

Mitra juga bisa mengadopsi atau mereplika portofolio program yang selama ini dijalankan Dompet Dhuafa. Artinya, mitra tidak sekedar menyerahkan dana zakat untuk dikelola Dompet Dhuafa, melainkan juga “memiliki” program tersebut. “Dengan demikian ada rasa kepemilikan dan kepedulian yang muncul terhadap program yang dijalankan tersebut,” tambahnya.

Kelebihan lainnya dari sinergi program ini adalah adanya transfer of knowledge dan penguatan kapasitas amil di lembaga zakat mitra. Amil di LAZ Corporate bisa menyerap dan mengadopsi semua program yang dijalankan oleh Dompet Dhuafa, mulai dari perancangan hingga penilaian kaji dampaknya.

Diakui Ketua Yayasan Hasanah Titik, Bambang Sutrisno, pihaknya merasa “puas” dengan kerja sama ini. “Secara operasional kami sangat terbantu, karena kami ‘menitip’ beberapa teman kami. Jadi ada transfer pengetahuan dan penguatan kapasitas di pihak kami,” ujarnya melalui sambungan telepon.

Dari sisi program pemberdayaan yang dikerjasamakan juga Bambang menilai semua berjalan dengan baik, mulai dari tahap perencanaan hingga implementasi dan evaluasi. “Dari sisi pemberdayaan, nama Dompet Dhuafa sudah mencerminkan kapasitasnya,” tukasnya.

Dalam sinergi antara YHT dan DD, setidaknya ada empat program yang dikerjasamakan di tahun 2015. Keempatnya adalah Community Farming Kopi Gayo di Aceh Tengah, Green Horti Padusan di Mojokerto, Sentra Ternak Sapi Perah Umbulharjo, dan pemberdayaan petani di Sukaraharja, Cianjur. “Total nilai kerja sama mencapai Rp1,2 milyar,” tukas Urip.

- Advertisement -