Krisis Air Bersih di Lereng Gunung Slamet, Warga Andalkan Air Hujan

533 views
Ilustrasi kekeringan di musim kemarau/ Foto: palapanews
- Advertisement -

PEMALANG – Empat desa di lereng Gunung Slamet Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mengalami krisis air bersih karena mengecilnya debit air bersih yang ada.

Karenanya sekitar 9.000 jiwa warga di empat desa tersebut kerap mengalami kekeringan. Camat Pulosari Wibowo mengatakan, walaupun saat ini memasuki musim kemarau basah dimana masih ada hujan di musim kemarau, namun empat desa dari 12 desa yang ada di Kecamatan Pulosari mulai kekurangan air bersih.

“Keempat desa tersebut adalah Desa Clekatakan, Desa Siremeng, Desa Penakir dan Desa Batursari,” tuturnya, seperti diberitakan Elshinta.com, Senin (22/8/2016).

Meski masih ada delapan desa lainnya yang tercukupi air bersih, Wibowo mengatakan, pihaknya tetap berkoordinasi dengan BPBD agar memberikan bantuan air bersih ke empat desa yang mengalami krisis air tersebut.

“Pihak dari BPBD sudah mengirimkan bantuan air bersih kepada empat desa krisis air dengan 2 tangki per tiga harinya,” kata dia.

Menurutnya musim kemarau tahun ini kondisinya tidak terlalu parah seperti tahun lalu, karena baru empat desa yang terkena dampak krisis air bersih. Sedangkan pada tahun lalu, 12 desa seluruhnya terkena krisis air bersih.

Selain mengandalkan bantuan air bersih dari pemerintah, warga memenuhi kebutuhan air bersih dengan membeli dari harga Rp2.000 hingga Rp3.000 per jerigen. Sementara untuk MCK (Mandi, Cuci, Kakus), warga mengandalkan air dari embung yang berasal dari air hujan.

- Advertisement -