Menteri PPPA Yohana Kecewa atas Kasus Prostitusi Online Gay Anak-anak

186 views
Ilustrasi/ sindonews
- Advertisement -

JAKARTA – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yambise mengatasnamakan pemerintah mengaku kecewa dengan terungkapnya kasus prostitusi online gay di Puncak, Bogor, Jawa Barat.

Untuk menanggapi kasus ini, Yohana mengaku pihaknya akan berkoordinasi dengan Menteri Sosial, Bareskrim, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) di Bogor, Bupati, serta pendekatan kepada orang tua korban.

“Anak korban prostitusi online bagi kaum gay ini rata-rata masih sekolah, jadi harus dipastikan bahwa anak bisa terus sekolah. Jika anak mengalami trauma, maka akan dihadirkan psikolog,” ucapnya, Kamis (1/9/2016) kepada Elshinta.com.

Menurut Yohana, pelaku AR (41) yang menawarkan anak-anak pria dari usia 13-18 tahun bagi kaum gay melalui Facebook itu, akan dikenakan pasal berlapis yakni UU ITE, UU Pornografi, dan UU Tindak Pidana Perdagangan Orang.

Seperti diberitakan, kasus ini diungkap oleh Tim Subdit Cyber Crime Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim. Penangkapan dilakukan di sebuah hotel di Jalan Raya Puncak KM75, Cipayung, Bogor, Selasa (30/8) sore. Penangkapan ini hasil penelusuran tim patroli siber yang menemukan kasus ini dari sebuah laman di Facebook. Sejauh ini ada 99 anak yang menjadi korban atas kasus ini.

- Advertisement -