Bom Aleppo, Rusia dan Suriah Harus Dibawa ke Pengadilan Pidana Internasional

578 views
ilustrasi
- Advertisement -

NEW YORK (KBK) – Badan PBB mengatakan Selasa (4/10/2016), pemboman ke Aleppo oleh Rusia dan Suriah telah menewaskan lebih dari 400 orang dan melukai ratusan lainnya, selama dua minggu terakhir merupakan kejahatan perang dan harus dirujuk ke Pengadilan Pidana Internasional.

Pernyataan itu dikemukakan, setelah Rusia mengumumkan telah mengerahkan sistem rudal anti-pesawat canggih untuk Suriah, dan memperingatkan AS agar tidak menyerang sekutunya.

“Harus dirujuk ke Mahkamah Pidana Internasional lebih dibenarkan mengingat besarnya konflik dan kejahatan yang telah dilakukan, beberapa di antaranya sudah masuk kepada kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan,” ungkap Zeid Ra’ad al Hussein, Komisaris Tinggi PBB untuk hak asasi manusia.

Komisaris menyerukan perubahan dalam aturan U.N. yang memungkinkan anggota tetap Dewan Keamanan untuk memveto rujukan ke Mahkamah Pidana Internasional. Anggota tetap adalah Amerika Serikat, Rusia, China, Prancis dan Inggris.

Dikutip dari USA Today, Zeid mengingatkan Rusia Agar tidak menggunakan senjata pembakar di Aleppo, dan mengatakan kepada para pemimpin dunia harus “membatasi penggunaan hak veto oleh anggota tetap Dewan Keamanan,” yang akan memungkinkan situasi di Suriah dibawa ke Mahkamah Pidana Internasional.

- Advertisement -