Selasa , 25 Juli 2017
Home > Oase > Mak Uduk Berlindung di mana?
ilustrasi rusun

Mak Uduk Berlindung di mana?

Rumah susun sewa (rusunawa) ini resik. Lantainya bersih lantaran barang baru. Karena Mak Uduk suka melihat alam sekitar maka rusunawa ini diberinya nama panggilan Rawaburung. Ketika pagi penyeruak banyak burung beterbangan melintas singgah sebentar di bubungan. Mereka berceloteh seenaknya. Mak Uduk menikmatinya.

Kicau burung menjadi sesuatu yang dijadikan Mak Uduk sarapan tiap hari. Setelah itu, jam-jam harinya tidak bertuan, tidak ada kegiatan apa pun. Sewaktu masih di Bukitduri, pagi-pagi dia sudah menyiapkan dagangan nasi uduk sederhana di depan gubugnya. Nasi uduk bertemankan dadar yang diiris-iris tipis, brambang goreng, dan sambal adalah makanan ala kadar yang dijualnya. Harganya 5.000 rupiah sebungkus daun pisang. Yang penting nasinya diperbanyak.

Tiap pagi Mak Uduk dapat menjual 40 bungkus. Meski dia hanya berjualan sampai pukul 10 pagi, dagangannya cepat habis. Pembelinya tukang becak, tukang ojek, buruh yang berangkat kerja, dan anak-anak sekolah.

Beda dengan para penjual di banyak tempat, Mak Uduk suka memberi utang kepada siapa saja yang makan nasi uduknya. Orang yang berutang tidak dicatatnya dan tidak ditagihnya. Jika mereka membayar, dia bersyukur. Jika mereka tidak membayar, dia juga bersyukur sebab sudah diberi kesempatan untuk berbaik hati kepada orang yang sangat perlu makan pagi.

Tiba-tiba rumah-rumah liliput harus dibongkar di Bukitduri. Alat-alat berat tanpa ampun menggusur mereka termasuk rumah-rumah yang semi permanen. Apa boleh buat, kendaraan besi berat tersebut dengan leluasa memorakporandakan bangunan apa saja tanpa perlawanan. Perlawanan yang ada datang dari orang-orang yang merasa memiliki perkampungan padat itu. Mereka marah, menjerit, berteriak, dan menangis.

Beberapa hari setelah hidup beratapkan langit, Mak Uduk dan kawan-kawan senasibnya diangkut ke Rawaburung itu. Cucu satu-satunya yang sekolah SMP harus sehidup semati. Untuk beberapa hari, cucunya belum sekolah sebab masih dicarikan sekolah yang tidak jauh dari Rawaburung. Hari ini adalah hari pertama si cucu sekolah. Dia harus berjalan kaki satu jam masuk keluar kampung.