Selasa , 25 Juli 2017
Home > Berkat > Akibat Gizi Buruk, Bocah ini Hanya Bisa Terbaring Lemas
Foto dok Dompet Dhuafa

Akibat Gizi Buruk, Bocah ini Hanya Bisa Terbaring Lemas

JAKARTA (KBK) – Kemiskinan yang menjerat pasangan Sulkifli Sirua dan Alfrida membuat keluarga itu tak berdaya ketika anak laki-lakinya menderita gizi buruk. Ialah Rengga  remaja berusia 14 tahun yang kini hanya bisa terbaring lemas. Selain gizi buruk Rengga juga didiagnosis menderita lumpuh.

Anak ke empat dari tujuh bersaudara itu dikatakan Sulkifli mulai mengalami gizi buruk sejak ia berusia 7 tahun.

“Rengga tidak bisa melakukan apapun, semuanya harus dibantu saya atau ibunya,” tutur Sulkifli kepada relawan Dompet Dhuafa yang menyambangi rumahnya di kelurahan Bontotangnga, kecamatan Tamalatea, Kab. Jeneponto, Sulawesi  Selatan pada Senin, 31 Oktober lalu.

Sulkifli mengatakan, Rengga terlahir normal seperti bayi pada umumnya namun ketika Rengga memasuki usia 12 bulan perkembangan Rengga mulai menampakan kelainan. Kedua kaki dan tangannya mulai mengecil. Nafsu makannya pun berkurang dan menjadi sering sakit-sakitan.

Sejak menderita gizi buruk dan lumpuh, Rengga sangat jarang dibawa oleh kedua orang tuanya untuk berobat ke rumah sakit lantaran kondisi ekonomi yang pasang surut. Rengga terakhir ditangani secara medis pada tahun 2011 silam.

Praktis Rengga kini hanya bisa berbaring pasrah di rumahnya, ia tak bisa beraktifitas normal seperti teman sebayanya.

“Saya mau bawa berobat tidak ada uang, terpaksa kami rawat seadanya.” jelas ayah Rengga sambil menahan sesak.

Sebagai kepala keluarga dahulu Sulkifli bekerja sebagai sopir taksi di kota Makassar, namun kini tak lagi demikian. Untuk sekedar menyambung hidup Sulkifli memelihara beberapa ekorayam dan bekerja serabutan.

Guna menutup kebutuhan ekonomi dan menyembuhkan penyakit Rengga pihak keluarga hanya bisa mengandalkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan bantuan dari dinas sosial yang besarannya Rp 300 ribu. Selain itu Sulkifli juga berharap agar mendapat uluran tangan dari warga masyarakat supaya Rengga bisa kembali menjalani pengobatan di Rumah Sakit.