Tenaga Kerja dan Tenaga Kuda

451 views

Tanpa istri, hidup suami memang tak nyaman. Kehidupan Pudjo tambah mengenaskan ketika Dwi Khasanah putrinya, tewas menjadi korban kecelakaan lalulintas. Jenazah bocah itu dilepas dari rumah duka di tempat lain, karena tempat tinggal Pudjo sangat tidak layak. Di era keterbukaan ini, “rumah”-nya juga sangat terbuka karena hanya berdinding gribik (anyaman bambu) yang tembus cahaya. Di “rumah” ukuran 4 X 4 M inilah dia hidup bersama anak dan dua ekor kambingnya.

Nasib Pudjo Kastowo takkan membaik meski sambil memutar kaset gending Subakastowo. Itu pun kalau punya. Dan masih banyak Pudjo-Pudjo lain yang tetap menderita ketika istri menjadi TKW. Maka tak mengherankan banyak yang bilang bahwa pengiriman TKI/TKW itu berbanding lurus akan manfaat dan mudlaratnya. Berbagai kalangan menyarankan, proyek warisan Pak Domo ini sebaiknya dihentikan saja.

Sejak negri kita mengekspor TKI/TKW, silih berganti kabar kapal TKI gelap tenggelam dengan korban tewas puluhan orang. Banyak pula TKI/TKI yang pulang tanpa kepala karena dipancung di Arab Saudi. Belum lagi kisah pemerintah yang tombok miliaran demi menebus terpidana mati, lantaran “diperas” keluarga korban.

Berita-berita demikian selalu membuat orang tersentak. Tapi pemerintah tak pernah berani menyetop TKI/TKW. Paling kontradiktif adalah, di kala kita ekspor TKI/TKW, Presiden Jokowi justru “mengimpor” banyak tenaga kerja –buruh kasar– asal Cina. Owe siap mandi lumpul, haiyaaaa…..! (Cantrik Mataram).