Selasa , 25 Juli 2017
Home > Wakafedia > Wakaf Islam (6) : “Fikih Wakaf Berkembang Sesuai Kebutuhan Masyarakat”
Wakaf Jalan Allah
Ilustrasi: Wakaf

Wakaf Islam (6) : “Fikih Wakaf Berkembang Sesuai Kebutuhan Masyarakat”

Wakaf Islam (6)  “Fikih wakaf telah berkembang seiring dengan kebutuhan masyarakat”

Kebanyakan hukum fikih tentang wakaf merupakan hukum-hukum ijtihadi, umat hanya mempunyai satu tujuan wakaf yaitu “mendekat kepada Allah Swt.”. Akibatnya terdapat ruang yang luas bagi pewakaf (wakif) dan Undang-undang wakaf untuk membuat syarat-syarat yang dipandang relevan untuk merealisasikan wakaf. Yang diharapkan dari UU Wakaf adalah agar ia memberikan kebebasan sebesar mungkin kepada pewakaf untuk merealisasikan niatnya berwakaf dalam batas-batas kaidah syariat.

Wakaf adalah amalan yang sangat mulia karena urgensinya bagi pembangunan ekonomi dan kemaslahatan umat. Oleh karena itu UU wakaf harus berjalan untuk menggalakkan pembentukan wakafwakaf baru.

Mayoritas ahli fikih berpendapat bahwa kekayaan wakaf itu bebas dari kewajiban zakat. Wakaf adalah harta yang sepenuhnya telah lepas dari pemiliknya untuk tujuan qurbah (mendekat kepada Allah) dan kebajikan yang menjadikannya sebagai harta untuk tujuan kebaikan. Lalu bagimana mungkin ia dituntut untuk membayarkan sebagian darinya untuk kebaikan lagi? Pemahaman seperti ini telah disadari oleh banyak dari sistim perpajakan modern. Kebanyakan UU Perpajakan barat memberikan keringanan pajak terhadap aset-aset wakaf, dimana sejumlah harta wakaf dibebaskan dari pajak properti, pajak penghasilan (PPh) dan pajak pertambahan nilai (PPN), serta segala bentuk kewajiban lainnya.

Pada era modern ini terjadi perluasan besar di pasar uang serta dalam fikih tentang hak spiritual dan hak intelektual yang semuanya merupakan obyek wakaf. Sebagaimana hadis Abu Hurairah : “Ketika manusia mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shaleh yang mendoakannya”. Terkait ilmu yang bermanfaat, maka itupun termasuk sesuatu yang bisa diwakafkan, sebagaimana diwakafkannya kemampuan kreatif atau hak cipta.