CSR Bukan Soal Bagi-Bagi Keuntungan Perusahaan ke Masyarakat

259 views
Social Investment Roundtable Discussion, Jakarta, (23/11/2016) di Hotel Sahati, Ragunan, Jakarta Selatan.
- Advertisement -

JAKARTA (KBK)Corporate Social Responsibility (CSR) bukan soal membagi-bagikan keuntungan perusahaan kepada masyarakat, namun lebih dari itu ada tanggungjawab sosial perusahaan untuk memberdayakan masyakarat di sekitarnya dengan tujuan jangka panjang.

Hal itu disampaikan Jalal, Chairperson of Advisory Board – Social Investment Indonesia (SII) membagi hasil pertemuan CSR ASIA Summit 2016, dalam acara Social Investment Roundtable Discussion, Jakarta, (23/11/2016) di Hotel Sahati, Ragunan, Jakarta Selatan.

“Jika membagi keuntungan perusahaan ke masyarakat bukan CSR namanya, tapi filantropi, kalau CSR harus ada dampak keuntungan jangka panjangnya,” jelas Jalal, yang baru saja mengikuti CSR ASIA Summit 2016 di Hongkong.

Dikatakannya, jadi untuk ber-CSR tidak harus menunggu perusahaan untung dulu, melainkan dalam meraih keuntungan dengan ber-CSR . ” Jadi dari awal perusahaan berdiri sudah sebaiknya dilakukan CSR,” katanya.

Untuk itu, kata Jalal, perusahaan melaksanakan CSR dengan dibantu konsultan dan NGO jauh lebih baik dari pada melakukannya sendiri langsung ke masyarakat.

“Dengan bermitra, CSR akan jelas Exit Strategy dan keberlanjutannya. Karena selain implementasi juga dilakukan monitoring dan evaluasi,” terangnya.

Jalal juga mengingatkan pentingnya membuat laporan tahunan dari CSR itu. Keuntungan yang didapat kata Jalan ada dua; internal dan ekternal.

“Laporan CSR tahunan bisa menjadi tolok ukur perbaikan manajemen untuk internal, sedangkan untuk eksternal laporan itu akan menjadi reputasi dari perusahaan,” jelasnya.

Jalal juga memuji apa yang sudah dilakukan Dompet Dhuafa bersama SII untuk menjadikan CSR dari perusahaan-perusahaan menjadi bermanfaat dalam jangka panjang.

Selain Jalal, juga tampil pembicara dalam forum ini Yuli Pujihardi, Presiden Direktur Social Enterprise Dompet Dhuafa.

Dikatakan Yuli, Dompet Dhuafa sudah bermitra dengan banyak perusahaan dalam menjalankan CSR untuk pemberdayaan kaum dhuafa. Sejauh penyerapan CSR di Dompet Dhuafa baru berkisar 5 s.d 10 prosen, karena sejauh ini orang mengenal DD masih sebagai lembaga zakat, infaq dan sedekah.

- Advertisement -