Pengungsi di Pidie Jaya Kebanyakan Anak Anak dan Orang Tua

250 views
Ilustrasi Kondisi di salah satu tempat pengungsian korban gempa Pidie Jaya/ Antara
- Advertisement -

Meureudu-Belasan ribu warga yang berada di lokasi pengungsian Kabupaten Pidie Jaya didominasi orang tua dan anak-anak. Sementara para pemuda tinggal di desa untuk menjaga rumah-rumah yang kosong.

Salah seorang pengungsi, Hanafiah, mengatakan, dirinya dan warga lain tidak merasa takut meninggalkan rumah beserta isinya.

“Untuk jaga rumah apa lagi malam hari, ada anak muda yang ronda. Mereka ditugaskan untuk menjaga rumah warga supaya tetap aman saat ditinggal pergi untuk mengungsi,” jelas Hanafiah, Jumat (9/12/2016) malam dilansir Antara.

Koordinator pengungsi di Dayah Kleng, Darwis Daud menyebut,  warga sesekali juga pulang pada siang hari hanya untuk mandi dan tidak berlama-lama di rumah karena kondisi bangunan rumah yang sudah tidak stabil lagi. Setelah itu, warga kembali lagi ke kamp pengungsian.
Para pengungsi pun rela tidur hanya beralaskan tikar. Mereka mengaku masih takut jika memilih untuk tidur di dalam rumah dengan intensitas gempa yang masih sering terjadi.

“Warga masih takut pulang ke rumah dan takut terhadap gempa susulan dan masih memilih tidur di lokasi pengungsian dengan perlengkapan apa adanya,” cerita Junaini, pengungsi lainnya.

Para korban gempa bumi tersebut tersebar di enam kecamatan meliputi, Pante Raja, Bandar Dua, Tringgadeng, Meureudu, Bandar Baru dan Ulee Glee.

Guncangan gempa bumi 6,5 skala richter (SR) di Kabupaten Pidie Jaya, Rabu (7/12) pagi telah merenggut puluhan nyawa, ratusan warga luka-luka, puluhan bangunan masjid, ruko serta rumah warga juga ikut ambruk. Jumlah korban meninggal saat ini yang sudah terevakuasi tercatat 96 orang, dengan jumlah korban luka berat dan ringan 660 orang.

- Advertisement -