Mbangun Taman Maerakaca

2.990 views
Pendita Durna sedang merayu Wara Srikandi.
- Advertisement -

RADEN Harjuna terkenal sebagai wayang berbini sekandang koplak (banyak sekali). Setiap dewa di kahyangan, pasti jadi mertua ksatria Madukara itu. Bila Islam membatasi istri maksimal 4, Harjuna jauuuh lebih banyak berkoleksi bini. Kenapa Harjuna berani beristri satu RT? Karena dia bukan PNS, sehingga tidak terkena aturan PP-10. Di samping itu, meski punya “dapur” di mana-mana, itu semua tak sampai membebani APBD-nya tiap bulan, karena para istri tersebut cari makan sendiri. Harjuna hanya berkewajiban “nyetrom” doang!

Yang paling ironis sekaligus nylekuthis (tak punya malu), punya istri sudah ombyokan, masih juga kepengin kawin lagi dengan “sekar kedhaton” kerajaan Pancala, Dewi Srikandi putri Prabu Drupada. Begitu ngebetnya Harjuna untuk bisa “mbelah duren” bersama Srikandi, sampai-sampai jatuh sakit. Sudah beberapa kali ke dokter pakai dana BPJS Kesehatan, tapi belum juga ada kemajuan.

“Obat dari BPJS sudah diminum, segala pantangan dijalani, tapi kenapa penyakitmu tak kunjung sembuh, Kangmas? Gerangan apa yang kamu pikirkan?” tanya Sembadra sedih.

“Namanya juga baru kebageyan. Tenang saja kamu, nanti kan sembuh sendiri,” hibur Harjuna. Mau mengatakan hal sebenarnya, merasa malu dan nggak etis. Salah-salah dikepruk palang pintu.

Srikandi itu memang cantik jelita, seksi hanya sedikit “surata” alias susu rata atau kutilang darat alias: kurus, tinggi langsung, dada rata. Dibandingkan dengan artis Julia Perez, jelas sangat berlawanan. Bila dada janda Damien Perez ini mancung ke depan, dada Srikandi justru mendelep ke belakang. Kata dokter Naek L. Tobing, Srikandi memang kelebihan hormon pria, sehingga meski cantik penampilannya tomboy mirip lelaki.

Ewa segitu banyak juga pria yang mimpi hingga terbasah-basah, kepengin berbinikan Srikandi. Sebut saja misalnya, Prabu Jungkungmardeya dari Parang Gubarjo, atau Pendita Durna dari pertapan Sokalima. Dan terakhir yang masuk radar Biro Jodoh di Pancala, adalah Raden Harjuna yang terkenal sebagai “satria lananging jagad” tersebut.

- Advertisement -