Rabu , 26 Juli 2017
Home > Berita Khas > Poverty Outlook 2017; Pemiskinan yang Masih Mengancam
Ilustrasi/ KBK

Poverty Outlook 2017; Pemiskinan yang Masih Mengancam

 

Ditemani gemericik suara aliran Sungai Ciliwung, malam itu segerombol pemuda terlihat meriung dalam satu lapak. Tak sedikit juga anak-anak yang berebut menempati posisi terdepan supaya dapat melihat fly screen dengan jelas. Mereka ingin menyaksikan pemutaran perdana film dokumenter Jakarta Unfair yang diproduksi Watch Doc. Suasananya sangat dramatis karena diputar di lahan bekas gusuran Bukit Duri, Jakarta Selatan 28 Oktober lalu.

Film berdurasi 53 menit itu menceritakan pelbagai kisah penggusuran yang terjadi di seputar Jakarta yang berdampak signifikan terhadap proses pemiskinan warga. Duha Ramadhani (21) sutradara Jakarta Unfair mengatakan, film buatannya sengaja mengambil angle dari sudut pandang warga yang tergusur karena selama ini menurutya media massa hanya mengangkat penggusuran dari perspektif negara.

“Karena di media arus utama yang di kuasai 12 pengusaha melihat penggusuran sebagai sesuatu yang normal, karena media itu hanya menampilkan prespektif dari sudut pandang negara dan aparat bahkan pengembang. Padahal bagi saya ada pengaburan makna, bahkan justru warga yang tergusur ini disebut sebagai pelaku penyalahgunaan lahan,” urai Duha kepada SwaraCinta.

Ia menambahkan, bahkan, warga kerap diposisikan sebagai pihak yang salah. Oleh karenanya wajar mereka digusur dan diusir. Mereka dianggap residu dan penghambat pembangunan. “Bagi saya penggusuran itu tidak hanya tempat tinggal, tapi juga ada pendidikan, rasa nyaman dan pekerjaan yang terenggut,” ucap pria yang masih duduk di semester 7 jurusan kriminolog Universitas Indonesia itu.

Duha menegaskan kemiskinan semakin jelas terjadi pasca penggusuran. Dari hasil observasinya di sejumlah wilayah tergusur seperti Bukit Duri, Pasar Ikan, kolong tol Kali Jodo, Rusun Rawa Bebek, Marunda dan Rusun Kapuk Muara tak sedikit rumah tangga yang dahulu lumayan mapan namun kini terbelit masalah kesejahteraan.