Senin , 24 April 2017
Home > Telisik > Gaduh Tetangga
TNI AD dan pasukan Australian Defence Force galang kerjasama

Gaduh Tetangga

HUBUNGAN baik Australia dan Indonesia tiba-tiba terusik akibat keluhan perwira TNI AD yang ditugaskan di negara kanguru itu menyangkut konten mata pelajaran dan komentar-komentar mitra setempat yang dinilai melecehkan lembaga TNI dan Pancasila.

Akibat kejadian itu, pihak TNI AD dilaporkan memutuskan sementara perjanjian kerjasama kedua negara yang masih berlangsung. Namun menteri pertahanan dan panglima angkatan bersenjata kedua negara (TNI dan mitranya, Australian Defence Force ) secara bijaksana dan dengan itikad baik, sama-sama meminta agar hal itu tidak dilakukan. Akan diselidiki dulu alasan dan duduk persoalannya.

Selain tidak mudah untuk membatalkan suatu kerjasama antarnegara, tentunya juga harus dilihat untung ruginya dalam jangka panjang. Apalagi, Australia adalah tetangga “di halaman belakang” Indonesia yang akan selalu “kepergok”, bersentuhan dan berinteraksi dalam banyak hal dan peristiwa.

Segenap unsur bangsa Indonesia –  negara berdaulat-  sepantasnya menjunjung tinggi harga dirinya, dan tidak rela jika negara lain berlaku semena-mena dan memandang sebelah mata. Namun demikian, merespons sesuatu secara berlebihan, tidak proporsional, emosional atau terlalu mudah tersinggung tentu juga akan menjadi kontraproduktif dan malah bisa membuat citra bangsa tidak lebih baik.

“Kita lihat dulu (apa yang terjadi-red) karena hubungan Australia dan Indonesia selama ini baik-baik   saja, “ kata Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu. Ia juga meminta agar jajarannya tidak gegabah serta menilai secara sepihak insiden tidak mengenakkan itu.

Ryamizard saat didesak pers juga mengakui belum mengetahui persis persoalannya, sehingga ia dalam waktu dekat akan segera menemui mitranya, Menteri Pertahanan Australia Marise Payne.

Sejauh ini susbtansi persoalan yang membuat ketersinggungan pihak Indonesia memang belum jelas, hanya berdasarkan penuturan perwira TNI yang ditugaskan dalam program kerjasama TNI dan AB Australia, menyangkut  konten mata pelajaran dan komentar-komentar yang dianggapnya melecehkan Indonesia.