Sabtu , 25 November 2017
Home > Berita Khas > Lelang Jabatan, Siapa Hendak Turut
berkuasa dan korupsi tanpa henti

Lelang Jabatan, Siapa Hendak Turut

DI NEGERI ini apa saja laku dijual, mulai dari sampah plastik, kardus dan kertas, bayi kandung, sampai jabatan, bahkan calo atau makelarnya justeru atasan langsung, seperti halnya yang dilakukan oleh Bupati Klaten Sri Hartini bersama kroni-kroninya.

Dinasti kekuasaan di lingkungan Pemkab Klaten, berkat dukungan struktur dan supra struktur politik yang koruptif dan kollutif juga tentunya, berlangsung langgeng sejak tahun 2000.  Penguasa di kabupaten penyangga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Kabupaten Surakarta itu selalu dipegang oleh tokoh berasal dari keluarga Haryanto Wibowo dan Sunarna. “Lu lagi, lu lagi, “ kata orang Betawi.

Pada periode kepemimpinan dari 2000 sampai 2005, Haryanto Wibowo menjabat bupati, sedangkan jabatan wakil bupati dipegang Sunarna. Kemudian pada dua periode berikutnya (2005 – 2015), Sunarna  dipromosikan menjadi bupati, sementara isteri Haryanto yakni Sri Hartini menjadi wakil bupati.

Sikap haus kekuasaan Sri Hartini sebagai wakil bupati selama dua periode bagaikan  film serial, masih terus berlanjut . Pada masa kepemimpinan 2016 sampai 2021, Sri naik ranjang menjadi orang Nomor 1 (bupati) Klaten, sedangkan isteri Sunarna, Sri Mulyani menjadi wakil bupati.

Lelang jabatan Eselon III (kabid/Kabag) di lingkungan Kab. Klaten ditawarkan pada kisaran Rp 50juta sampai Rp60 juta, kepala sekolah (Rp60 sampai sampai Rp100 juta), sedangkan mutasi sejajar di eselon sama (Rp30 sampai Rp50 juta), kecuali dari bagian “kering” ke bagian “basah” jauh lebih besar, dan bisa “dinego” sesuai kadar “kebasahannya”.

Bisa dibayangkan, berapa uang yang diraup Sri Hartini dan antek-anteknya, mengingat di lingkungan pemkab Klaten ada 850 pejabat yang akan dimutasikan secara massal.

Jika seluruh lowongan yang tersedia diisi oleh orang-orang yang cuma mampu “membeli” jabatan, tutup mata saja terhadap kemampuan, kompetensi dan kinerja mereka,  bisa dibayangkan pula  “clean andgood governance” macam apa yang akan dibangun.