Selasa , 25 Juli 2017
Home > Berkat > 25 Persen Pejuang Veteran Jabar Hidup Tidak Layak
Ilustrasi bantuan untuk pejuang veteran/ Radar Banjarmasin

25 Persen Pejuang Veteran Jabar Hidup Tidak Layak

BANDUNG – Sekitar 25 persen dari  27.890 orang Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) di daerah Jawa Barat hidup dalam kondisi tidak layak dan jauh dari kata sejahtera.

Para pejuang yang dulunya bertaruh nyawa pasang badan membela negara kini hidup di  rumah yang hanya terbuat dari kayu dan bilik akibat tidak ada biaya.

Menurut Ketua Panitia peringatan ulang tahun LVRI Jawa Barat Kolonel (Purn) Hidayat Kusuma Negara, adanya anggota LVRI yang menjalani kehidupan tak sejahtera tersebut akibat minimnya perhatian dari pemerintah.

“Boleh dikatakan kecewa karena dulu kita-kita berjuang untuk merdeka dengan tujuan untuk kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia,” kata Hidayat di Bandung, Selasa, (10/1/2017).

Untuk mengatasinya, LVRI Provinsi Jawa Barat mencoba melakukan kegiatan bedah rumah menjadi layak huni. Selain itu, dilakukan juga kegiatan pengobatan gratis dan pemeriksaan kesehatan.

Hidayat menjelaskan kegiatan sosial dan kesehatan tersebut merupakan kerja sama antara LVRI dengan berbagai instansi dan pemerintah. Kegiatan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kondisi kesehatan para veteran.

“Sebagian kecil anggota veteran ini kurang berkecukupan hidupnya, namun itikad baik pemerintah tersebut harus mendapatkan apresiasi,” ujar Hidayat.

Dia menambahkan, pemerintah juga sudah melakukan beberapa program yang perlu terus didukung. Program itu antara lain program tunjangan Rp 1 juta per bulan, pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan kelas satu, potongan harga untuk transportasi umum milik negara berupa penerbangan, kereta api, dan bus.

Tetapi, dia menilai perlakuan itu bukan sesuatu yang prioritas saat ini. Yang diinginkan para veteran adalah pengakuan sebagai pejuang dan tidak dimarjinalkan.

“Karena saat ini yang terjadi, di setiap upacara kenegaraan semisal peringatan kemerdekaan 17 Agustus, seringkali kita ditempatkan di belakang dan di depannya ormas,” ucap Hidayat, seperti dilansir liputan6.com, Rabu (11/1/2017).