Selasa , 25 Juli 2017
Home > Berkat > Libur Melaut Sejak September 2016, Perekonomian Nelayan Garut Memprihatinkan
Ilustrasi/ tempo.co

Libur Melaut Sejak September 2016, Perekonomian Nelayan Garut Memprihatinkan

GARUT – Kondisi cuaca yang buruk dan tidak memungkinkan membuat para nelayan di Garut libur melaut sejak September 2016 sehingga kondisi keuangan mereka memprihatinkan.

Ketua Himpunan Seluruh Nelayan Indonesia (HSNI) Kabupaten Garut, Lukman Nurhakim menyatakan keprihatiannya,  “Sangat prihatin dengan kondisi nelayan di selatan Garut,” kata Lukman kepada wartawan di Garut, Rabu (11/1/2017).

“Sejak bulan September kemarin para nelayan di pantai selatan Garut tidak bisa melakukan aktivitas melaut karena musim angin barat sehingga membahayakan,” katanya.

Bahkan kini para nelayan harus menjual barang-barang berharga untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Kondisi ini menjadikan para nelayan tidak memiliki penghasilan sehingga mereka harus menjual barang berharga mereka yang ada di rumah untuk bisa makan dan menghidupi anak istri,” katanya.

Selama tidak melaut itu, kata Lukman, para nelayan tidak mendapatkan program dari pemerintah untuk menangani perekonomian masyarakat nelayan.

Kondisi tidak melaut itu, kata dia, terjadi juga pada tahun-tahun sebelumnya, pihaknya juga pernah mengajukan bantuan beras kepada Pemerintah Provinsi Jabar.

“Walau sempat ditertawakan kami mendapat bantuan (beras), namun sejak itu kita tidak pernah mengajukan lagi,” katanya.

Ia menambahkan, kondisi bahaya untuk melaut diperkirakan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika hingga Maret 2017. Namun para nelayan Garut, kata dia, memprediksi cuaca aman untuk mencari ikan di laut Garut, Februari 2017.

“Kita sendiri memperkirakan bulan Februari sudah bisa kembali melaut,” katanya, demikian dilansir Antara.