Selasa , 21 November 2017
Home > Berkat > Delapan WNI Dideportasi dari Singapura Dipastikan Tidak Terlibat ISIS
ilustrasi/IST

Delapan WNI Dideportasi dari Singapura Dipastikan Tidak Terlibat ISIS

JAKARTA – Delapan warga negara Indonesia (WNI) yang dideportasi dari Singapura dipastikan Kementerian Luar Negeri mereka tidak terlibat jaringan Islam radikal ISIS.

Direktur Perlindungan WNI Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, “Hasil verifikasi kami menyebutkan bahwa 8 WNI tersebut adalah santri Pondok Pesantren Darul Hadits, Bukit Tinggi, Sumbar,” jelasnya.

Diketahui delapan WNI itu dideportasi oleh Otoritas Malaysia pada Selasa (10/1/2017) melalui Batam.

“”Pada tanggal 9 Januari mereka memasuki Singapura melalui Johor, namun setibanya di Singapura, pihak imigrasi mengenakan status Not To Land (NTL) kepada mereka,” jelas Iqbal, dalam keterangan tertulisnya, rabu (11/1/2017).

Para WNI itu kemudian dideportasi dari Singapura ke Malaysia. Alasan utama delapan WNI itu dideportasi, karena aparat Malaysia menemukan gambar atau foto di HP milik WNI tersebut yang terkait dengan ISIS.

Di Malaysia delapan WNI diperiksa oleh Unit Anti Teror dan ditemukan bahwa mereka mengamalkan ajaran ahlussunah wal jamaah dan tidak mendukung ISIS. Gambar tantang ISIS yang ada di telepon seluler mereka didapat secara tidak sengaja melalui media sosial. Demikian dilansir BBC.