Selasa , 26 September 2017
Home > Berkat > Longsor Tutup Jalur Wisata Bromo
Ilustrasi longsor

Longsor Tutup Jalur Wisata Bromo

PASURUAN -Bencana banjir dan tanah longsor melanda Pasuruan sejak Selasa (10/1/2017) dan tanah longsor telah menutup  ruas jalan wisata Gunung Bromo sehingga tidak dapat dilalui kendaraan bermotor.

Longsor melanda alur Tosari-Wonokriti, jalur Tosari-Ngadiwono, dan sejumlah kawasan menuju pemukiman warga. Meski tidak menimbulkan korban luka ataupun  korban jiwa, timbunan tanah tersebut sempat membuat jalur wisata Gunung Bromo lumpuh dan tak bisa dilalui.

Karenanya, sejak Rabu (11/1/2017) pagi sejumlah warga bergotong royong membersihkan timbunan tanah agar jalur tersebut bisa dilalui kendaraan dan alat berat juga diturunkan  untuk pembersihan jalur wisata tersebut.

Seorang warga Tosari, Siswaji, mengungkapkan, intensitas hujan yang berlangsung di wilayahnya cukup deras dibanding hujan sebelumnya. Kuatnya arus air ini mengakibatkan sejumlah tebing longsor dan menimbun ruas jalan raya.

“Timbunan tanah sempat menutup ruas jalan. Warga bergotong royong membersihkan tumpukan tanah agar jalan bisa dilalui. Warga yang melintas harus berhati-hati karena jalan menjadi licin karena ada sisa longsoran tanah,” kata Siswaji, dikutip dari sindonews.

Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan Bakti Jati Permana menyatakan, pihaknya telah menurunkan petugas untuk pembersihan jalur di titik-titik yang tertimbun longsoran tanah. Dengan menggunakan alat berat yang telah disiagakan di lokasi rawan bencana, proses pembersihan bisa berlangsung lebih cepat.

“Hari ini kami bersihkan dengan menggunakan alat berat. Hari ini juga ruas jalan sudah bersih total dari tumpukan longsor dan bisa dilalui kendaraan bermotor,” katanya.

Bakti juga mengungkapkan jika longsor juga telah menimbun dua rumah yang ada di Desa Wonokitri. Dua rumah tersebut tertimbun longsor pada bagian dapur dan teras sehingga masih dapat ditempati pemiliknya.