Selasa , 21 Februari 2017
Home > Berkat > Safe Travel, Aplikasi Perlindungan Bagi WNI di Luar Negeri

Safe Travel, Aplikasi Perlindungan Bagi WNI di Luar Negeri

JAKARTA – Perlindungan warga negara Indonesia terus menjadi fokus Kementerian Luar Negeri Indonesia.

Hal ini terlihat dari langkah baru yang dilakukan oleh Kemlu, yang baru saja merilis aplikasi perlindungan bagi WNI yang diberi nama Safre Travel.

Menurut keterangan pers Kemlu seperti dilansir Sindo Rabu 11/1, aplikasi yang peluncurannya dilakukan langsung oleh Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi tersebut didesain bagi WNI yang melakukan perjalanan ke luar negeri, baik untuk sementara maupun menetap.

 

“Dengan aplikasi tersebut Kemlu diharapkan dapat mengetahui sebaran WNI dan lokasi keberadaan mereka, sehingga perlindungan dapat diberikan dengan segera jika dibutuhkan,” kata Kemlu.

 

“Aplikasi yang mengusung tema “safe and fun” ini memiliki sejumlah feature yang sangat bermanfaat bagi WNI yang melakukan perjalanan ke luar negeri. Selain berbagai informasi mengenai negara tujuan, pengguna aplikasi juga dapat memperoleh informasi  pelayanan di Perwakilan RI terdekat, panduan lokasi Perwakilan RI, lapor diri online, menerima informasi termutakhir mengenai negara tujuan selama perjalanan, informasi berbagai tips melakukan perjalanan aman dan tombol darurat . Pengguna juga dapat berbagi cerita menarik ke media sosial,” sambungnya.

 

Kemlu memaparkan, khusus untuk tombol darurat, pengguna dapat terhubung langsung dengan hotline Kemlu atau perwakilan RI, mengirimkan koordinat lokasi serta mengirimkan foto atau video lokasi.

 

“Dengan sign up ke aplikasi ini sebelum perjalanan, maka data diri akan langsung tersimpan di server Kemlu. Dengan demikian jika terjadi kehilangan paspor dalam perjalanan, Perwakilan RI dapat membantu dengan lebih mudah penerbitan dokumen perjalanan pengganti,” ucapnya.

 

Aplikasi ini sendiri disiapkan selama satu tahun. Konsep aplikasi ini disusun dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan antara lain travel haji/umrah, komunitas backpackers, asosiasi penyedia asuransi perjalanan, kelompok mahasiswa Indonesia di luar negeri, pakar IT,  diaspora Indonesia, kelompok-kelompok advokasi TKI dan lain-lain.