Simpati untuk Tajudin si Penjual Cobek

431 views
- Advertisement -

Penjual cobek miskin Tajudin harus menghuni penjara selama 9 bulan. Kebebasannya dirampas setelah dituduh mengeksploitasi anak-anak, Cepi (14) dan Dendi, yang ikut membantunya menjual cobek di sekitar Jalan Raya Perum Graha Bintaro, Kota Tangerang Selatan.

Akhirnya PN Tangerang memvonis bebas Tajudin karena dirinya tidak terbukti mengeksploitasi anak seperti tuduhan jaksa. Dengan pertimbangan sosiologis, di mana anak-anak membantu orang tuanya. Dalam masa tahanan tersebut keluarga yang menderita karena tidak ada yg memberikan nafkah, bahkan ia harus merelakan tidak mendampingi saat istri melahirkan anaknya.

Namun setelah dinyatakan bebas Tajudin harus menelan pil pahit karena pihak jaksa penuntut umum (JPU) akan melakukan kasasi. Bukan mustahil jika kasasi tersebut disetujui maka Tajudin akan kembali dibui di balik jeruji besi, naas nasib orang kecil di negeri ini, Bukan mensejahterakan malah di sengsara kan.

“Ini bukan mempekerjakan anak mas, kan anak anak yang minta untuk bantu saya g ada paksaan, mereka yang mau. Kalo memperkerjakan anak itu kan kayak anak-anak anak di bawah umur yang jadikan PSK” begitu ia cerita. Harapan Tajudin hanya satu, kumpul bersama keluarganya.

“Jika kasasi dilakukan dan disetujui maka kami mengupayakan akan membuat petisi mas untuk bisa membebaskan pak Tajudin” ujar Abdul Halim dari LBH Keadilan yang mendampingi Tajudin.

Melihat kondisi yang dialami dan terlepas dari polemik yang ada. Dompet Dhuafa membantu kebutuhan hidup keluarganya. ” Saya ucapkan terimakasih banyak atas bantuan dan kepedulian Dompet Dhuafa, bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami” ungkapnya dengan berkaca berkaca.

Diakhir kami berdoa semoga Bapak Tajudin beserta keluarga diberikan kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi semua cobaan ini.

- Advertisement -