Cermin Retaknya Persatuan

304 views
agama kini sering dikapitalisasi untuk tujuan politik (cangcut.net)
- Advertisement -

SERUAN untuk merekat persatuan guna menjawab tantangan kemajukan yang semakin berat dihadapi bangsa Indonesia ke depan tidak bosan-bosannya disuarakan Presiden Joko Widodo di berbagai kesempatan.

“Tidak ada panggang kalau tidak ada api, “ ungkap pepatah lawas, menyikapi makna kontekstual pesan Presiden Jokowi di depan belasan ribu peserta Silaturahmi Nasional Jami’yah Batak Muslim (JBMI) di Pondok Pesantren Musthafawiyah, Kab. Mandailing Natal, Sumatera Utara, Sabtu (25/3).

Retaknya persatuan tercermin dari kegundahan sejumlah ulama, tokoh agama, cendekiawan dan pengamat berwawasan kebangsaan yang masih ingin menyaksikan tetap tegaknya NKRI termasuk Presiden Jokowi dalam merespons situasi akhir-akhir ini.

Jokowi prihatin menyaksikan fenomena di media sosial akhir-akhir ini dimana ujaran kebencian, umpatan dan caci-maki serta fitnah dengan cepat dan masif disebarkan. “Media sosial menjadi ladang subur persemaian radikalisme dan terorisme, “ katanya mengingatkan.

Untuk itu presiden meminta organisasi Islam berada di barisan terdepan, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta menjadi sumber optimisme sebagai modal untuk membangun perekonomian yang mengedepankan keadilan sosial.

Indonesia yang dirangkai 17.000 pulau , dihuni  714 suku yang menggunakan lebih dari 1.100 bahasa daerah, menurut Jokowi, merupakan anugerah Tuhan yang harus dirawat menjadi kekuatan bangsa.

Di tempat terpisah, di Medan diselenggarakan Seminar Revitalisasi Menuju Seabad Peradaban Pancasila  dalam rangkaian acara Musyawarah Nasional Ikatan Sarjana Katholik Indonesia (ISKA) 2017.

Jika menginginkan tetap tegaknya NKRI, forum ini mengingatkan, Pancasila sebagai pandangan hidup harus selalu membumi, dijadikan laku hidup sehari-hari dan diperkenalkan pada generasi penerus dalam narasi di medsos.

“Institusi pendidikan harus diselamatkan, sedangkan narasi kebinekaan harus terus diviralkan,” .

 

Ketahanan nasional dan ideologi, rendah

- Advertisement -