BUMN di Pusaran Korupsi

274 views
Pejabat PT PAL diduga terlibat rasuah penjualan kapal jenis Strategic Sea lift Vessel ini ke Filippina (bumngoid)
- Advertisement -

RASA bangga muncul saat PT PAL Surabaya melakukan serah terima kapal angkut strategis (strategic sea lift vessel –SSV) karya putera-putera bangsa Indonesia  kepada pemerintah Filippina, 13 Mei 2016.

Peristiwa itu membuktikan, galangan kapal di dalam negeri mampu menyisihkan para pesaing lintasnegara, keluar sebagai pemenang tender internasional dalam lelang pengadaan kapal angkut militer.

Namun kabar  menyedihkan muncul saat tim penyidik KPK mencokok Manajer Bendahara  PT PAL  Arif Cahyana  dan staf perusahaan rekanan, Agus Nugroho pada  Operasi Tangkap Tangan (OTT) di parkiran apartemen MTH Square, Cawang, Jakarta Timur (30/3).

Dirut PAL M. Firmansyah Arifin ikut diamankan oleh KPK di Surabaya kemudian diterbangkan ke Jakarta, sedangkan tersangka lain, Direktur Keuangan PAL, Syaiful Anwar masih berada di luar negeri.

Dari hasil OTT, tim KPK menemukan tiga amplop berisi uang 25.000 dollar AS (sekitar Rp333 juta), diduga bagian pembayaran uang komisi tahap kedua setelah pembayaran tahap pertama,163.000 dollar AS (sekitar Rp2,18 milyar)  pada Desember lalu berjalan  mulus.

Singkat cerita, PT PAL meminta bantuan perusahaan perantara dari Filippina, Ashanti Sales Inc. untuk memenangi tender pengadaan kapal jenis SSV buatan BUMN itu dengan nilai kontrak sekitar 87 juta dollar AS atau Rp1,1 triliun lebih.

Demi memuluskan proyek, berdasarkan kesepakatan dengan  PT PAL,  Ashanti  Incorp. memperoleh jasa perantara atau komisi sebesar 4,75 persen (4,1 juta dollar AS atau Rp55 milyar).

Namun hitung-hitungannya ternyata tidak hanya sampai disitu, karena berdasarkan “deal-deal”  di bawah tangan, Ashanti Incorp. bersedia untuk hanya menerima 3,5 persen, sedangkan selebihnya, 1,25 persen (1,087 juta dollar atau sekitar Rp14 milyar) dibagi-bagikan pada bos-bos PT PAL.

Filipina memesan dua unit SSV, jenis kapal logistik berbobot 7.200 ton yang mampu mengangkut sekitar satu batalion pasukan (600 orang), dua helikopter, empat kendaraan lapis baja atau tank ringan, empat truk dan jenis empat kendaraan beroda empat lainnya.Pesanan pertama, BRP Benigno Aquino diserahkan oleh Wapres Jusuf Kalla pada 13 Mei 2016, sedangkan pesanan kedua, BRP Davao del Sur akan diserahkan akhir April.

- Advertisement -