Pasca Longsor, Empat Desa di Ponorogo Kesulitan Air Bersih

191 views
- Advertisement -

PONOROGO – Pasca bencana longsor, kini empat desa mengalami kesulitan air bersih karena selama ini mengandalkan pasokan air dari pusat sumber air di lokasi longsor Desa Banaran, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Kepala Desa Wagir Kidul Siti Aminah dikonfirmasi di Posko Tagana, Desa Wagir Kidul, Selasa (4/4/2017) mengatakan jika benar adanya di Desa Wagir Kidul, masalah air bersih dialami warga karena memang selama ini bergantung dengan aliran air bersih dari Banaran.

Tiga desa lain yang selama ini bergantung pada suplai air bersih di Desa Banaran Kecamatan Pulung tersebut masing-masing Desa Singgahan, Bedrug, dan Tegalrejo.

Warga saat ini hanya mengandalkan air dari hasil penampungan air hujan yang keruh untuk keperluan MCK (mandi cuci kakus) dan sebagian untuk kebutuhan konsumsi.

Sementara itu  Kades Banaran Sarnu mengatakan  sumber air di lokasi bencana tanah longsor Dusun Tangkil memang terdapat tiga mata air.

Belum ada konfirmasi langsung dari Kepala Desa Singgahan, Bedrug maupun Kendalrejo terkait dampak hancurnya instalasi air bersih di lokasi bencana tanah longsor Desa Banaran.

Namun, sejumlah warga membenarkan aliran air yang disambung menggunakan pipa dan sebagian lain jaringan selang yang dibangun secara konvensional dan sederhana itu mati total sejak longsor terjadi di Dusun Tangkil, Desa Banaran.

“Kami belum mendapat bantuan air bersih dari daerah ataupun tim BPBD, mungkin karena mereka masih konsentrasi di atas (lokasi bencana),” ujar salah seorang warga Desa Singgahan.

Dikonfirmasi, Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Ponorogo Setyo Budianto mengaku belum tahu kabar adanya empat desa yang kesulitan air bersih.

“Ha saya malah baru tahu ini dari teman media. Kepala desa atau perangkat juga belum ada yang melapor apalagi bekordinasi dengan BPBD atau posko tanggap darurat bencana di sini,” katanya.

- Advertisement -