Malaikat Maut di Jalan Raya

268 views
Kecelakaan maut di tanjakan Selarong, Bogor (24/4) menewaskan empat orang melibatkan 11 kendaraan (tribune)
- Advertisement -

ENTAH sampai kapan, segenap pemangku kepentingan di negeri ini lebih serius lagi untuk duduk bersama mencegah ribuan nyawa meregang sia-sia atau cacat seumur-umur akibat kecelakaan di berbagai ruas jalan raya di negeri ini.

Kecelakaan bus PO HS Transport di tanjakan Selarong, kawasan Puncak, Bogor yang merenggut empat nyawa Sabtu lalu (24/4) hanya satu dari kejadian berulang-ulang yang tidak pernah menjadi pembelajaran untuk dicari penyebabnya agar kecelakaan sama tidak terulang lagi.

Empat korban tewas, termasuk sepasang kekasih berboncengan motor yang dalam waktu dekat menuju jenjang pernikahan dalam tabrakan karambol antara satu bus, lima mobil dan enam sepeda motor itu.

Besarnya korban nyawa akibat kecelakaan lalulintas di Indonesia dilaporkan oleh Global Report on Road Savety. Pada 2016 tercatat 38.279 tewas, atau menempati “juara ketiga” di Asia setelah Tiongkok dan India.

Musibah itu juga menunjukkan lalainya instansi pemangku, baik di hulu maupun hilir yang pejabatnya seperti biasa hanya sekedar menyampaikan pernyataan basa-basi atau sekadarnya untuk melakukan perbaikan setiap muncul di media pasca musibah atau kecelakaan.

“Kami akan melakukan koordinasi dan mengawasi agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi, “ demikian antara lain kalimat standar yang disampaikan tanpa tindak lanjutnya, sehingga kecelakaan serupa bahkan mungkin lebih mengerikan lagi, esok atau lusa bakalan terjadi lagi.

Kecelakaan di kawasan Puncak tersebut menunjukan akumulasi penyimpangan, mulai dari perizinan, dan pengawasan di tingkat instansi, sampai operator transportasi dan pengendara yang menjadi ujung tombaknya.

Kendaraan ternyata tidak memiliki surat KIR yang biasanya diterbitkan enam bulan sekali oleh Dinas Lalulintas Angkutan Jalan Raya (DLLAJ) di daerah. Sudah menjadi rahasia umum, surat KIR juga sering hanya dijadikan lapak ‘bancakan’ oknum-oknum DLAJ . Dengan membayar lebih dari biaya resmi, semua bakalan beres, tidak ada pengecekan fisik, ada pun asal-asalan atau ala kadarnya.

- Advertisement -