Sejahtera Sejak Dibina DD

193 views
Maman Suherman sebagai petani sayuran di Cipanas, Cianjur, Jawa Barat. Foto: Jun Aditya
- Advertisement -

JAKARTA (KBK) – Jangankan membangun Green House, untuk membuat sungkup tanaman pertanian saja ia selalu mengalami kesulitan. Itu lah dia sekelumit kisah sulit Maman Suherman sebagai petani sayuran di Cipanas, Cianjur, Jawa Barat.

Hidupnya yang terbelit kemiskinan kian bertambah sulit ketika panen tiba. Ia harus gigit jari akibat harga komoditi yang ditanamnya selama berbulan-bulan anjlok akibat ulah para tengkulak yang kerap mempermainkan harga.

Namun keadaan itu segera berbalik 360 derajat ketika Dompet Dhufa dengan program pemberdayaannya mendarat di desa Maman Januari 2016 lalu. Melalui program Mustahik Move to Muzaki, Maman yang tergabung dalam Kelompok Tani Sumber Jaya Tani segera mendapatkan bantuan berupa benih, nutrisi dan peralatan tani. Selain pembinaam tata cara bertani organik dari Dompet Dhuafa, Maman bersama 30 petani lainnya juga dibantu dalam hal pemasaran.

Dompet Dhuafa membantu saya dari mulai bertani hingga pemasaran. Semua dibantu hingga tuntas,” ujar Maman kepada KBK di acara press confrence Ramadhan Zakat360 Dompet Dhuafa di Jakarta, Rabu (10/5).

Di atas lahan seluas 2 ribu meter yang tersebar di Desa Padajaya, Ciketuk dan Pakalongan Maman memupuk impian. Setidaknya ada 30 jenis sayur mayur yang ia tanam mulai dari yanh primer hingga sayuran kategori eksklusif.

Maman menaruh harapan besar kepada pertaniannya, selang waktu 60 hari impian Maman sedikit banyak terwujud. Penghasilan Maman yang sebelumnya Rp 700 ribu perbulan kini meroket di angka Rp 2,8 juta. Hal tersebut diungkapkan Maman berkat hadirnya Dompet Dhuafa yang menggeser posisi tengkulak dalam pemasaran sayur.

“Berkat penghasilan meningkat anak kedua saya jadi bisa bersekolah,” ucap ayah 3 orang anak itu.

- Advertisement -