PM Theresa May: Keliru Dalam Kalkulasi Politik

127 views
PM Inggeris Theresa May gagal meraih suara mayoritas di parlemen dalam pemilu legislatif 8 Juni lalu (the telegraph
- Advertisement -

PERCEPATAN pemilu yang dipertaruhkan oleh PM Theresa May untuk  mengokohkan posisi Inggeris dalam negosiasi dengan Uni Eropa (UE) pasca keluar dari perhimpunan negara-negara Eropa itu (Brexit) hasilnya tidak seperti diharapkan.

Semula May berharap, Partai Konservatif pimpinannya akan memperoleh suara mayoritas dalam pemilu legislatif yang dimajukan dari jadwal semula yakni 2020 menjadi 8 Juni 2017.

Bagi dia, dukungan yang solid dari parlemen sangat penting, mengingat niatnya untuk mengambil opsi ekstrim (hard Brexit) dalam kebijakan bernegosiasi dengan UE tanpa kesepakatan apa pun, termasuk untuk keluar dari Pasar Tunggal Eropa.

Hal itu termuat dalam manifesto (program kerja) konservatif terkait strategi Brexit yakni “Tanpa kesepakatan, lebih baik ketimbang dengan kesepakatan yang buruk bagi Inggeris”.

Namun May yang semula percaya diri,  berdasarkan jajak pendapat, kubu  konservatif diprediksi menang mutlak dengan selisih 22 sampai 24 persen suara dari Partai Buruh, ternyata meleset dan hanya mampu mendapatkan 318 kursi, di bawah minimal kursi mayoritas yang diperlukan (326) dari total 650 kursi di majelis rendah.

May ternyata membuat kekeliruan dengan menjadikan isu Brexit sebagai jualan kampanye partainya, padahal, ternyata sebagian rakyat Inggeris lebih peduli pada persoalan langsung yang mereka hadapi seperti akses pendidikan dan jaminan kesehatan.

Bahkan kaum lansia mapan yang semula setia pada partai konservatif berbalik badan karena dalam manivesto yang baru,  konservatif malah mewacanakan pemotongan tunjangan kesehatan bagi kelompok tersebut.

Dibandingkan dengan Pemilu 2015 pun, kursi yang diperoleh Partai Konservatif justeru anjlok 13 kursi dari sebelumnya 318 kursi.

Hasil lengkapnya: Partai Buruh meraih 261 kursi  (naik dari 323), Partai Nasionalis Skotlandia 35 kursi (dari 56), Liberal Demokrat 12 kursi (dari 11 ), Partai Unionis Demokrat (DUP) meraih10 kursi (dari delapan), Sinn Fein tujuh kursi, sedangkan Partai Hijau dan Partai Independen masing-masing satu kursi) .

- Advertisement -