Dewan Pembela Rasuah

186 views
Sekelompok massa berunjukrasadi gedung KPK Jakarta menolak Pansus Angket DPR terhadap KPK (kumparan)
- Advertisement -

NAWAITU atau niat di balik pembentukan Panitia Khusus Angket DPR-RI yang katanya untuk memperkuat Komisi Pemberantasan Korupsi  (KPK) semakin jelas menuju ke arah sebaliknya jika menyaksikan sepak-terjang para wakil rakyat itu.

Kekisruhan memuncak saat Panitia Angket (PA) DPR meminta dihadirkannya  tersangka kasus rasuah mega proyek e-KTP, anggota DPR Miryam S. Haryani, namun ditolak KPK karena dianggap sebagai upaya menghalangi proses hukum sesuai Pasal 21 UU No. 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Materi yang diangketkan kemudian melebar kemana-mana, mulai dari kepatuhan KPK dalam penggunaan anggaran (menggali dari BPK), posisi KPK dalam sistem ketatanegaraan dan tidak tertutup mengangkat isu lainnya.

Seorang anggota PA bahkan mengancam tidak akan membahas APBN untuk KPK dan Polri jika tidak menuruti kemampuan mereka menghadirkan Miryam yang menarik seluruh kesaksiannya karena menurut penyidik KPK ditekan sejumlah anggota Komisi III DPR.

Bahkan lebih jauh lagi PA akan melakukan safari ke lembaga permasyarakatan guna menemui para terpidana kasus korupsi untuk mengorek  perlakuan KPK saat mereka menjadi saksi, tersangka dan terpidana  kasus korupsi.

LP Sukamiskin, Bandung yang dihuni 408 terpidana korupsi adalah lokasi pertama yang akan disambangi Panitia Angket DPR untuk menggali kemungkinan adanya penyimpangan oleh KPK saat menangani proses perkara mereka.

Publik tentu masih ingat, pelaku koruptor saat dicokok dan ditersangkakan oleh KPK tampil bak selebriti, mengumbar senyum dan tebar pesona pada media,  merasa dizalimi dan dikriminalisasi karena yakin tidak berbuat salah atau berdosa.

Bisa dibayangkan, bila dijenguk oleh para wakil rakyat di hotel-hotel prodeo tempat domisili para napi saat ini, mereka tentu akan berkeluh kesah karena tidak senyaman hidup di luar bui, apalagi saat bergelimang uang rakyat yang mereka jarah dari hasil rasuah.

- Advertisement -