Selasa , 26 September 2017
Home > Berita Khas > Indonesia, Darurat (Penyalahgunaan) Narkoba

Indonesia, Darurat (Penyalahgunaan) Narkoba

TIDAK tanggung-tanggung,  polisi baru saja menyita satu ton sabu bernilai sekitar Rp1,5 triliun saat menggerebek sebuah gudang penyimpanan narkoba di Hotel Mandalika, Anyer, Kab. Serang, provinsi Banten (13/7).

Dua tersangka berkebangsaan Taiwan (Cww dan Lgy) berhasil dibekuk, sedangkan pimpinannya, Lmh ditembak mati setelah sebelumnya berusaha melawan dengan menabrakkan mobilnya pada petugas  saat hendak ditangkap, sementara narkoba diperkirakan berasal dari suatu tempat di China daratan.

Bisa dibayangkan, selain nilainya yang fantastis, jika satu gram sabu bisa digunakan paling tidak oleh lima pengguna, maka satu ton bisa dikonsumsi oleh lima juta orang. Saat ini diperkirakan terdapat 5,9 juta pengguna narkoba di Indonesia.

Walau jumlah sabu yang berhasil disita kali ini adalah temuan terbesar, menurut Kepala BNN , Budi Waseso, diperkirakan peredaran sabu di seluruh tanah air bisa mencapai 250 ton.

Indonesia dengan luas daratan 1,9 Km2 dan lautan 3,6 juta Km2 serta terdiri dari sekitar 13.700 pulau bisa disebutkan sebagai “surga” bagi jaringan internasional pemasok narkoba termasuk sabu.

Barang haram itu selama ini bisa dimasukkan melalui bandara atau pelabuhan laut resmi dengan merekayasa dokumen atau menyembunyikannya di dalam pipa, tabung atau barang-barang atau peralatan impor lainnya yang memiliki ruang besar.

Pengiriman narkoba dalam jumlah besar, modus operandinya, biasanya mengggunakan kapal-kapal berkapasitas angkut besar pula, yang jika sudah mendekati pantai tujuan, dipindahkan ke kapal-kapal berukuran lebih kecil,  dengan perahu nelayan atau perahu karet.

Tidak sulit bagi penyelundup untuk memasuki perairan Indonesia yang begitu luas, juga untuk meneruskannya ke pelabuhan-plabuhan rakyat atau melalui jalan-jalan tikus berupa sungai atau kali-kali kecil menuju lokasi  penyimpanan sementara.