Sabtu , 25 November 2017
Home > Telisik > Negara-negara Teluk Belum Ingin Rujuk
Upaya AS memediasi krisis diplomatik antara Arab Saudi, Bahrain, UEA, Mesir dan Qatar temui kegagalan (nahimungkar.com),

Negara-negara Teluk Belum Ingin Rujuk

MENLU Amerika Serikat Rex Tillerson yang diutus Presiden Donald Trump menengahi kisruh diplomatik antara Qatar dan negara-negara tetangganya di kawasan Teluk dan Mesir pulang dengan tangan hampa.

Tillerson berada di Jeddah, Arab Saudi Rabu lalu (12/7) untuk menggelar pertemuan dengan menlu Arab Saudi, Bahrain,  Uni Arab Emirat dan Mesir dalam upaya merujukkan kembali hubungan keempat negara itu pasca penguncilan yang mereka lakukan terhadap Qatar.

Menlu AS itu kembali ke negaranya setelah singgah di Doha, Qatar, Kamis (13/7)  untuk menemui Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani didampingi oleh pejabat dari Kuwait yang juga berperan sebagai penengah.

Tidak ada komentar yang disampaikan, baik oleh Tillerson maupun  tuan rumah, Qatar terkait penyelesaian krisis diplomatik diantara negara Arab itu, sedangkan Menlu Qatar Sheikh Mohammad bin Hamad al-Thani saat melepas Tillerson hanya mengatakan: “Semoga bisa bertemu lagi dalam suasana yang lebih baik”

Qatar, agaknya untuk menepis tudingan keempat negara yang menguncilkannya, saat kedatangan Tillerson, menandatangani MOU antara AS dan Qatar mengenai kerjasama melawan pendanaan terhadap kelompok teroris..

Padahal, salah satu penyebab dikucilkannya Qatar oleh keempat negara Arab dan kemudian diikuti sejumlah negara lainnya (a.l. Yaman, Libya, Maladewa, Mauritania) karena mereka menuding Qatar ikut mengalirkan dana bagi kelompok teroris dan melindungi tokoh-tokoh mereka.

Nota kesepakatan dengan AS yang antara lain memuat kerjasama pertukaran informasi dan pengalaman serta pengembangan mekanisme dan institusi terkait perang melawan pendanaan bagi terorisme dijadikan icon bagi Qatar bahwa negara itu bukan lah pendukung terorisme.

“Kami dituduh mendanai aksi teroris, padahal kami adalah negara pertama (di kawasan Teluk-red) yang menjalin kerjasama dengan AS memerangi pendanaan bagi teroris, “ demikian pernyatan pers pemerintah Qatar.