Selasa , 21 November 2017
Home > Ragam > Pantang Mengemis, Pasangan Disabilitas ini Pilih Jualan Roti
berjualan
Parjan dan Erni tengah berjualan roti

Pernah Dipenjara Karena Mengamen

Pantang Mengemis, Pasangan Disabilitas ini Pilih Jualan Roti

JAKARTA – Sengatan matahari di atas langit kota Jogjakarta siang itu begitu terik. Panasnya terasa hingga ubun-ubun kendati telah mengenakan pelindung kepala. Namun panasnya suhu udara tak membuat Parjan (42) dan Erni (55) menjadi malas untuk mencari rezeki.

Kendati pasangan suami istri tersebut mengalami keterbatasan fisik, kedua tetap gigih berjualan roti. Dengan alat bantu pengeras suara yang menempel di pundak Parjan,keduanya dengan sabar meniti jalan menuju kampus UGM dan UNY untuk menjajakan dagangannya.

Sejak lahir Parja telah menyandang tuna netra, sedangkan Erni memiliki keterbatasan fisik di bagian kakinya. Diviralkan oleh netizen bernama Bramastyo Parjan mengaku telah memiliki 2 anak. Setiap hari ia selalu gigih menerjang rintangan demi menyambung hidup dan masa depan keturunannya.

“Dibela-belain kerja banting tulang, yang penting punya usaha sendiri,” ujar Parjan yang lantas diamini Erni.

Pasangan disabilitas yang tinggal di Gang Tongkol IX Minomartani, Ngaglik Sleman ini secara tegas menolak untuk mencari uang dengan cara ngamen.Menurut mereka, ngamen itu sama saja dengan mengemis.

Keputusan berhenti mengamen dan memilih usaha jualan roti ini diambil usai Parjan dan Erni merasakan pengalaman pahit 13 hari hidup sengsara di dalam sel penjara.