Selasa , 21 November 2017
Home > Telisik > Militer China Keluar Sarangnya
kapal perang China sedang berlatih meluncurkan rudal (inidia.com)

Militer China Keluar Sarangnya

CHINA pekan lalu (12/7) menempatkan sejumlah personil pasukannya di pangkalan angkatan laut pertama negeri itu di Djibouti, Teluk Aden yang dibangun sejak tahun lalu.

Di negara kecil berlokasi di pintu masuk menuju Laut Tengah itu juga sudah hadir pangkalan angkatan laut Amerika Serikat dan Perancis.

Menurut Kantor Berita China Xinhua, pangkalan angkatan lautnya di Djibouti hanya digunakan sebagai pusat logistik bagi armadanya yang menjalani misi perdamaian dan kemanusiaan di kawasan itu.

Sejauh ini juga tidak diperoleh informasi kapan pangkalan itu bisa dioperasikan, hanya disebutkan  bahwa kehadiran pangkalan AL China di Djibouti adalah hasil kesepakatan pemerintah dan rakyat kedua negara.

Militer China mulai menampilkan diri di panggung internasional, tercermin dari pelayaran yang dilakukan kapal induk pertama China Liaoning ke Hongkong pekan lalu yang juga diperagakan pada publik setempat dengan memberikan kesempatan menaikinya.

Liaoning dengan bobot 50.000DWT dan berkemampuan mengangkut 25 buah pesawat tempur adalah kapal induk Ukraina yang pembuatannya diteruskan di  galangan dalam negeri China. Saat ini China juga sedang membangun kapal induk kedua buatannya sendiri.

Kiprah militer China dalam masalah internasional tampak pula dari bantuan seribu pucuk senapan serbu dan tembak runduk serta bantuan dana dana rehabilitasi bagi kota Marawi di Filipina selatan yang diduduki kelompok radikal Maute.

Besarnya anggaran militer China yang pada 2016 mencapai 151,4 milyar dolar AS (Rp2.000 triliun) membuat negara itu mampu membangun angkatan perang yang mumpuni dan memproduksi alutsista, baik untuk kepentingan dalam negeri mau pun ekspor.  Bandingkan dengan anggaran pertahanan RI yang hanya mencapai Rp103 triliun.

China saat ini sudah mampu membuat pesawat tempur berkemampuan siluman (stealth) Chengdu J-20 dan rudal anti kapal induk Dongfeng D-21 berjarak jangkau 3.000 Km sehingga bisa mengancam armada AS yang bersliweran di Laut China Selatan.