BETARI WIDOWATI GUGAT

3.308 views
Tak ada alasan vertigo, Patih Narada panggil paksa Betari Durga ke kahyangan Jonggring Salaka.
- Advertisement -

SAMA-sama bidadari makhluk kahyangan, Bethari Widowati merupakan bidadari kelas elit. Dia lebih tinggi derajatnya dari bidadari lain sebagaimana Dewi Irim-irim, Dewi Supraba, Dewi Tunjung Biru, Dewi Gagarmayang, Dewi Wilutama. Apa lagi dengan Dewi Yul dan Dewi Persik. Di samping cantiknya luar binasa, dia sangat mampu memuaskan pasangannya di ranjang. Kata wayang ngercapada yang berhasil menikah dengan titisan Widowati, bidadari Widowati memang ngempot ayam!

Makanya wayang titisan Dewi Widowati selalu diburu wayang dari zaman ke zaman. Prabu Dasamuka sampai kepiyeng-piyeng (mati-matian) mengejar Dewi Sinta, karena konon dia merupakan titisan Dewi Widowati. Dan ini yang bisa mendapatkan cuma satria Ramawijaya dari Ayodya. Hanya karena saking bodonya Ramawijaya, istri secantik itu malah diajak blusukan masuk hutan, bukannya hotel berbintang 5.

“Sampai ujung dunia pun, akan kukejar titisan Widowati.” Sumpah Dasamuka pada dewa.

“Silakan saja. Tapi dalam skenario kahyangan, sampai kiamat pun kamu takkan pernah mendapatkannya,” kata SBG (Sanghyang Bethara Guru) pasti.

Bukan saja Dasamuka, wayang lain juga selalu berburu bidadari kahyangan. Jika dapat titisan Widowati alhamdulillah, dapat bidadari  kelas standar juga nggak papa. Yang paling beruntung adalah Harjuna, dia banyak mengawini bidadari kahyangan. Di antaranya Dewi Supraba dan Dewi Dresanala. Dari Dresanala menurunkan Wisanggeni, sedangkan dengan Supraba sengaja tak memprogramkan anak. Sebab bidadari satu ini sekedar untuk pemuas birahi manakala Harjuna dapat job ke kahyangan.

Banyak bidadari yang dikawin makhluk ngercapada, dan kemudian ditelantarkan. Hal ini sangat bikin galau Bethari Widowati selaku Ketua Dewan Pembina Bidadari. Maunya dia, mengingat populasi bidadari sangat terbatas, mestinya semua bidadari cukup menjadi jatahnya para dewa saja. Gara-gara sejumlah bidadari dialokasikan ke wayang ngercapada, stok bidadari di Jonggring Salaka sering kekurangan. Akibatnya dewa macam Bethara Surya yang syahwatnya demikian kuat, suka clinthisan (ngelayap) ganggu perempuan ngercapada. Misalnya Kunthi, dia melahirkan Karno akibat perilaku Bethara Surya.

- Advertisement -