Sabtu , 25 November 2017
Home > Berkat > Empat Rumah di Klaten Terancam Longsor Arus Kali Blora
Ilustrasi, Tiga rumah tergerus akibat arus deras Sungai Ciwidey. Dua keluarga, yaitu Maman (47) dan Tini (54) terpaksa mengungsi. Foto:PR

Empat Rumah di Klaten Terancam Longsor Arus Kali Blora

KLATEN – Empat rumah terancam longsor akibat arus Kali Blora yang menggerus talut di Dukuh Terban dan Dukuh Daleman, Desa Jetis, Juwiring.

Ada tiga rumah di Dukuh Daleman, RT 002/RW 007, Desa Jetis, dan satu rumah di Dukuh Terban RT 001/RW 008, Desa Jetis. Arus kali yang menghubungkan antara Kali Gawe dan Kali Dengkeng itu juga menggerus pekarangan warga di sekitar kali.

“Untuk antisipasi supaya tak meluas, kami bikin talut sepanjang 1.000 meter melalui dana PNPM Perkotaan pada 2010-2012. Namun talut itu ambrol pada awal 2016,” ujar Sri Sumedi, Kepala Desa Jetis, Rabu (6/9/2017).

Sumedi menjelaskan talut ambrol itu sudah ia laporkan berulang kali kepada Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, dan instansi lainnya agar ditangani. Instansi-instansi itu merespons dengan melakukan tinjauan langsung ke lokasi namun hasilnya nihil.

“Hingga kini enggak ada satu pun bantuan. Mereka beralasan desa memiliki dana desa besar. Padahal, dana desa peruntukannya bukan itu,” terang dia.

Salah satu warga, Mardi Mulyono, 69, warga Dukuh Daleman, RT 002/RW 007, Desa Jetis, Juwiring, mengatakan luas lahannya yang hilang sekitar 90 meter persegi. Kini, rumahnya berbatasan langsung dengan Kali Blora.

Ia khawatir air bisa mencapai bibir talut saat musim penghujan. “Kalau takut ya takut. Tapi mau bagaimana lagi. Mau pindah juga enggak punya tempat lain. Rumah saya hanya di sini,” ujar dia, dikutip Solopos.

Ia tak berharap pekarangannya yang hilang kembali atau pun mendapatkan ganti rugi. Ia hanya menginginkan kondisi rumahnya kembali seperti semula yaitu berjarak sekitar sepuluh meter dari bibir sungai.