Selasa , 26 September 2017
Home > Pakeliran > AJI BANDUNG BANDAWASA
Gandamana terkejut, karena ternyata Bratasena putra Prabu Pandu Dewanata.

AJI BANDUNG BANDAWASA

SEBAGAI raja baru di Ngamarta, status Puntadewa memang masih perjaka tulen. Dibutuhkan segera seorang ibu negara, untuk menjadi pendamping sang raja, sekaligus menjadi Ketua Darma Wanita. Memangnya saat masih bernama Wijakangka, raja muda ini tak punya pacar? Pacar dari Hongkong, wong putra sulung almarhum Prabu Pandu ini takut perempuan. Dia memang susah bergaul dengan wanita, tapi pengin menggauli juga.

Bratasena dan Permadi kini sedang sibuk mencarikan jodoh buat kakaknya.. Berita koran yang menyebut bahwa putri Pancalaradya bernama Drupadi jadi rebutan sejumlah pelamar, menarik perhatian mereka. Ditilik dari fotonya yang banyak muncul di sampul majalah, perempuan idola para raja ini memang cantik dan seksi macam Syahrini, layak untuk pemuas syahwat.

”Kayaknya cocok ini buat kakak kita.” kata Harjuna sambil menyodorkan majalah itu pada Bratasena.

”Tapi selera nggak kangmas Puntadewa. Jangan sampai kewer-kewer mlaku ngalor, sudah diler gak disosor.” jawab Bratasena serius.

Harjuna dan Bratasena segera menghadap Prabu Puntadewa, sambil membawa contoh wajah perempuan idola yang jadi sampul majalah. Raja Amarta ini rupanya berminat juga. Tapi jika untuk mendapatkannya harus bertempur dan bertaruh nyawa melawan Patih Gandamana, rupanya dia trima prei. Maklum, seumur-umur tak pernah berkelahi, apa lagi berperang. Saat remaja Wijakangka memang anak rumahan.

”Yang ikut sayembara nanti kangmas Bratasena. Ibarat motor, STNK dan BPKB sudah kami persiapkan, kangmas tinggal nyemplak doang.” kata Permadi membujuk.

”Tapi sudah mencapai seribu kilometer sekalipun, tak boleh dibuat boncengan lho ya,” tambah Bratasena.

Aturan sayembara alap-alapan Drupadi  memang lumayan lunak, karena peserta boleh mewakilkan pada pihak kedua. Yang penting melengkapi foto diri 4 X 6 sebanyak 3 lembar (warna), menyertakan uang jaminan Rp 50 juta dan SKCK rangkap tiga. Bila menang, langsung dinikahkan dengan Drupadi dan boleh diboyong. Tapi jika kalah, peserta resikonya bisa mati dan uang jaminan tak dikembalikan.