Selasa , 26 September 2017
Home > Citizen Journalism > Cahaya Islam dari Pedalaman Halmahera

Cahaya Islam dari Pedalaman Halmahera

HALMAHERA – Pedalaman Halmahera di daerah Maba Utara sangat membutuhkan perhatian. Daerah ini belum ada listrik dan sinyal telepon. Transportasi utama pun hari menggunakan kapal kayu yang berjadwal satu minggu hanya beberapa kali saja. Sebab sangat tidak memungkinkan untuk memlalui jalan darat, karena banyak gunung dan sungai yang belum ada jembatannya.

Dalam wilayah tersebut terdapat beberapa desa yang berjarak dengan jalan yang tidak mudah untuk ditempuh. Kadang kala harus melintasi laut yang berombak tinggi karena sedang musim angin selatan. Kadang kala harus berani melewati jalan di tengah rawa yang banyak buaya, atau menempuh gunung yang tinggi berkerikil, bebatuan, curam dan tanpa aspal.

Namun setiap jalan yang penuh dengan tantangan itu tidak menyurutkan tekad dakwah Ustadz Nurhadi, Dai Pedalaman Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa). Masyarakat sangat antusias dan senang dengan kehadiran Ustadz Nurhadi untuk mengabdi di desa-desa tersebut. Mereka ingin di desanya ada dai yang siap membina anak-anak dan warga sekitar.

Sudah lebih dari satu semester Ustadz Nurhadi melakukan kegiatan-kegiatan dari mulai sosial hingga dakwah mimbar dari satu desa ke desa lain. Dan ia mengaku pada lebaran Idul Adha ini kebahagiaan bertambah ketika ada satu keluarga mau bersyahadat. Keluarga ini masuk Islam karena anak perempuan umur 4 tahun yang sering memakai kerudung, jika diminta untuk melepas kerudungnya, anak perempuan itu akan menangis. Hingga akhirnya ayah dan ibunya menyatakan ingin masuk Islam.

Disusul menjelang maghrib, ada lagi salah seorang remaja Suku Togutil yang menyatakan ingin masuk Islam. Dan seusai shalat berjamaah, remaja ini pun bersyahadat, disaksikan oleh Imam masjid setempat serta jamaah. Ia ingin masuk Islam karena melihat teman-teman remaja sukunya kelihatan bersih dan rapi.