Selasa , 26 September 2017
Home > Senyum Pagi > RRI Asal Mengudara
Dengan anggaran minim, RRI sekarang boleh dikata asal mengudara.

RRI Asal Mengudara

HARI ini Radio Republik Indonesia memperingati HUT-nya yang ke 72, 11 September 2017. Sejak 72 lalu RRI setia dengan mottonya: sekali di udara tetap di udara, dan sampai sekarang RRI memang konsisten, tetap mengudara. Tapi ya itu tadi, karena anggaran dari pemerintah “dianak-tirikan”, akhirnya ya……asal mengudara! Dengan dana yang minim dari APBN setiap tahunnya, RRI nyaris tak punya udara untuk bernapas!

Biasanya setiap hari Rabu siang antara pukul 11 hingga pukul 13.00 RRI Pusat Jakarta selalu ada siaran uyon-uyon (gending Jawa) full dengan penyiarnya. Tapi sudah beberapa bulan ini, wasalam dari gelombang radio. Ketika siaran masih berlangsung dengan penyiarnya Maryono –mengingatkan ke penyiar RRI pusat tahun 1967-an– itupun personal penabuh gamelan tinggal 7-8 orang. Padahal mestinya seperangkat gamelan itu membutuhan personal 20 orang, dari niyaga hingga pesindennya.

Bisa ditebak dan diraba-raba, kondisi itu terjadi akibat minimnya anggaran RRI baik pusat maupun daerah. Dengan istilah LPP (Lembaga Penyiaran Publik), RRI justru menjadi Lembaga Pontang Panting karena anggaran yang semakin minim. Tapi karena setia pada motto lama “sekali di udara tetap di udara”, RRI tetap konsisten bisa tetap di udara meskipun asal bisa mengudara.

Sejak tahun 1950-an hingga 1998, tepatnya di masa Orde Lama dan Orde Baru, RRI punya acara favorit siaran wayang kulit setiap malam Minggu. Aturannya tak pernah berubah: minggu ke I RRI Semarang, minggu ke II RRI Yogyakarta, minggu ke-III RRI Surakarta, minggu ke IV RRI Pusat Jakarta. Jika sebulan ada 5 minggu, biasanya minggu ke-IV kosong, atau kalau diisi oleh RRI Surabaya.

Semua itu masih siaran langsung dari pementasan langsung. Tapi setelah era reformasi ini, terutama karena anggaran yang terbatas, siaran wayang kulit hanya dari kaset dalang-dalang top, dan jadwal resmi sebagaimana di atas sudah tidak dipatuhi lagi. Terserah Kepala RRI setempat mengaturnya, gara-gara anggaran yang susah mengaturnya.