Selasa , 26 September 2017
Home > Berita Khas > Layanan RS: Mencegah “Debora Debora” lain
Rudianto Simanjorang, ayah bayi Debora yang meninggal, diduga karena terlambat ditangani oleh RS Mitra Keluarga, Kalideres, Jakbar sedang menunjukkan foto anaknya (liputan 6)

Layanan RS: Mencegah “Debora Debora” lain

JIKA  dari hasil penyelidikan, Rumah Sakit Mitra Keluarga (RSMK) di Kalideres, Jakarta Barat terbukti melakukan pelanggaran berat, izinnya bisa kami cabut, “ kata Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat (12/9).

Penegasan Djarot disampaikan saat menyikapi meninggalnya bayi berusia empat bulan, Tiara Deborah karena diduga ditolak ditangani di RSMK di ruang penanganan intensif anak-anak (Pediatric Intensive Care Unit – PICU) karena alasan biaya.

Berdasarkan keterangan kedua orang tua korban, pasangan Rudianto Simanjorang dan Henny Silalahi, puterinya yang dibawa dalam keadan sakit memang ditangani dengan tindakan pertolongan pertama di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) RSMK .

Di UGD, terhadap Debora antara lain dilakukan tindakan medis seperti menyedot  dahak, memasang selang ke lambung dan selang pernafasan dan memompa jantung anak malang itu secara manual.

Persoalan baru muncul, setelah dokter Christine yang menangani Debora di UGD, meminta orang tua Deborah memasukkan anaknya ke ruang PICU untuk penanganan selanjutnya sampai kondisinya benar-benar stabil.

Setelah tawar-menawar, bagian administrasi RSMK tetap bersikukuh meminta uang muka pelayanan PICU sebesar Rp11 juta, padahal orang tua Debora hanya punya Rp 5 juta dan gagal mencari utangan kesana-kemari untuk melengkapinya.

Singkat cerita, pada pukul 10.20 atau setelah lebih tujuh jam berada di UGD  sejak  pukul 03.00 dinihari (Minggu, 3/9) Debora berpulang, kemudian dibawa kedua orang tuanya bersepeda motor ke rumahnya di Gg. H Jaung, Kampung Jurumudi, Tangerang Kota yang hanya berjarak beberapa Km dari RSMK.

Djarot mengingatkan, misi utama RS adalah untuk menolong dan menyelamatkan pasien, jadi harus menerima pasien, tidak boleh menelantarkannya hanya karena tidak punya uang atau terhadap pasien miskin.