Sabtu , 25 November 2017
Home > Ragam > Martabak Penyambung Hidup Ghofur Sejak 4 Dekade Terakhir
martabak

Martabak Penyambung Hidup Ghofur Sejak 4 Dekade Terakhir

JAKARTA – Udara dingin masih menyelimuti Desa Mekarmulya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan meski waktu telah menunjukan pukul 10.25. Guyuran hujan yang baru berhenti, menyisakan kubangan air disetiap sudut jalan.

Cuaca yang tidak bersahabat tersebut tak menyurutkan niat Abdul Ghofur untuk keluar rumah bersama gerobak martabak mininya. Bajunya lembab, celana levis sedikit basah. Meski usianya sudah 69 tahun Ghofur tetap cekatan mengolah dan menyajikan martabak.

Dalam sehari penghasilan kakek yang telah berjualan maratbak selama empat dekade itu tak banyak. Hanya Rp 80 – 100 ribu per hari.

“Ya, kalau jualan martabak mini ini enggak banyak yang didapat. Lumayanlah buah sehari-hari. Dulu saya pernah jualan kue pancong sekitar 5 tahun. Baru beralih jualan martabak mini hingga sekarang,” kata Ghofur seperti dilansir Lampung Post.

Ghofur mengaku berjualan martabak mini lantaran tidak menemukan pekerjaan lain yang bisa menyambung hidupnya.

“Mau gimana lagi, jualan martabak juga sudah sangat bersyukur, yang penting halal,” kata bapak tiga anak itu seraya menatap cakrawala yang masih menyisakan mendung. Ia pun bersyukur ketika udara dingin, martabak hangatnya banyak peminat.