Sabtu , 25 November 2017
Home > Berita Khas > Dengan Wakaf Uang, Kebutuhan Dunia Terpenuhi dan Dijanjikan Surga
wakaf

Dengan Wakaf Uang, Kebutuhan Dunia Terpenuhi dan Dijanjikan Surga

JAKARTA (KBK) – Berdasarkan data yang dikeluarkan Badan Wakaf Indonesia (BWI), potensi wakaf di Indonesia mencapai Rp 185 Triliun pertahun. Namun hingga saat ini baru 2 persen saja yang berhasil terserap. Dari jumlah tersebut terdapat Rp 7,2 triliun potensi wakaf uang yang nyaris belum banyak mendapat perhatian khusus dari publik dan LAZ.

“Potensi wakaf itu luar biasa dan belum tergali. Sekarang yang banyak terhitung itu adalah wakaf berupa tanah atau bangunan sedangkan wakaf uang belum terhitung. Ada gap yang besar di sini,” ujar Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Republika Ismail A Said dalam FGD bertajuk Wakaf Uang untuk Masa Depan di Jakarta (14/9).

Untuk itu Ismail menekankan diperlukan edukasi untuk mengubah paradigma tentang wakaf. Lanjut Ismail, wakaf uang bisa dikembangkan dengan model wakaf produktif.  Khusus untuk wakaf produktif yang saat ini diterapkan Dompet Dhuafa, sedikitnya sudah ada 6 Rumah Sakit yang segera dioperasikan salah satunya Rumah Sakit Mata di
Serang Banten yang segera dilaunchin hasil kerjasama dengan BWI.

Untuk wakaf uang tantangan kedepannya kata Ismail ialah hadirnya ecoummerse. Belakangan diketahui ada salah satu e-commerce di Indonesia yang mendapat suntikan dana  sebesar US$ 1,1 miliar dari Alibaba Grup Holding Ltd. Menurut Ismail hal ini sangat disayangkan karena LAZ yang ada di tanah air belum banyak memanfaatkan momentum tersebut menjadi sebuah gerakan wakaf uang yang dapat menyejahterakan umat.

“Apakah kita mampu mencoba ini. Kita selalu kecolongan dan ketinggalan,” tambah Ismail.

Menimpali ucapan Ismail, Pengusahan muda Prof. DR. Indra Cahya Uno menuturkan supaya gerakan wakaf uang dapat berjalan, wakaf uang harus diikutsertakan dalam model pengembangan bisnis modern. Indra menilai sangat besar peluang wakaf uang untuk bersinergi antara sosial enterprise dengan entitas perusahaan umum.