Sabtu , 25 November 2017
Home > Wakafedia > Dompet Dhuafa dan BWI Hadirkan Rumah Sakit Mata Berbasis Wakaf
Tasyakuran dan Soft Launching Rumah Sakit Mata Ahmad Wardi, kerjasama Dompet Dhuafa dan Badan Wakaf Indonesia (BWI). Foto: Jun Aditya

Dompet Dhuafa dan BWI Hadirkan Rumah Sakit Mata Berbasis Wakaf

SERANG (KBK) – Guna mengembangkan bentuk wakaf produktif Dompet Dhuafa dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) meresmikan layanan Rumah Sakit Mata Ahmad Wardi di Taktakan, Serang, Banten, Kamis (28/9/2017).

RS Mata dipilih lantaran masih tingginya angka pesakitan mata di Indonesia yang mencapai 240 ribu orang terancam mengalami kebutaan setiap tahun.

“Kami ingin tunjukkan kepada masyarakat bahwa wakaf bukan hanya bisa untuk mendirikan masjid, madrasah, dan kuburan, tetapi juga bisa untuk mendirikan rumah sakit. Kami ingin agar wakaf juga mempunyai peran mendekatkan masyarakat kepada fasilitas dan layanan kesehatan,” kata Wakil Ketua Badan Pelaksana BWI, Profesor Syibli Syarjaya.

Menimpali ucapan Profesor Syibli, Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi drg Imam Rulyawan mengatakan hadirnya RS Mata Serang adalah bagian dari sejarah karena untuk pertama kalinya nazir BWI dan Dompet Dhuafa bekerjasama di bidang rumah sakit.

“Ini menjadi momentum pengelolaan wakaf produktif di Indonesia yang memastikan amanah agar aset wakaf tersebut memberikan pahala sepanjang masa bagi muwakif,” Tutur Imam.

Terletak diatas sebidang tanah seluas  2.348 meter persegi, RS Mata Serang diwakafkan oleh Hj. Ifa Fatimah. Rumah sakit tersebut memiliki fasilitas Poli klinik mata umum, Poli klinik mata anak, Poli klinik katarak dan Poli klinik retina. Selain itu juga dilengkapi Instalasi Gawat Darurat khusus mata dengan layanan 4 tidur dan 1 tempat tidur untuk emergency.

“Semoga rumah sakit ini dapat berguna bagi kemaslahatan umat, khususnya warga Serang dan penduduk Banten pada umumnya,” ujar Ifa Fatimah selaku wakif.

Direktur RS Mata Ahmad Wardi Dr Ikhsan Satria menuturkan RS Mata siap menerima pasien dhuafa yang mengalami gangguan pada matanya tanpa dipungut biaya alias gratis. Meski dikembangkan melalui dana wakaf namun peralatan yang dimiliki tergolong canggih. Lanjut Ikhsan pihaknya memiliki dua ruang operasi besar dengan peralatan operasi katarak tanpa jahitan dan setelah operasi pasien langsung diperbolehkan pulang. Sebagai unsur penunjang RS Mata juga memiliki 25 kasur rawat inap untuk menampung pengidap katarak yang alami komplikasi