Sabtu , 25 November 2017
Home > Berkat > Medika > Warga Madagaskar Terserang Penyakit Aneh Mematikan
Penyemprotan dilakukan petugas kesehatan Madagaskar untuk membasmi penyakit. Foto: AFP

Warga Madagaskar Terserang Penyakit Aneh Mematikan

MADAGASKAR – Pulau Madagaskar, Afrika tenggara diserang wabah aneh yang telah menewaskan sedikitnya 42 orang dan menginfeksi 343 lebih sejak Agustus 2017.

Gejalanya seperti demam – demam, menggigil, nyeri tubuh, mual, muntah, dan pembengkakan kelenjar getah bening pada selangkangan, leher atau ketiak.

Setelah diteliti ternyata wabah ini penyakit menular yang dipicu oleh pestis Yersinia, bakteri yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia. Orang bisa terinfeksi karena digigit kutu, atau melakukan kontak dengan hewan pengerat yang terinfeksi, atau kontak langsung dengan orang yang terinfeksi.

Don Walker, ahli osteologi di Museum Arkeologi London yang mempelajari DNA kerangka korban ‘Black Death’, mengatakan bahwa bukti pertama dari manusia yang terinfeksi dapat ditelusuri sampai 5.000 tahun lalu ke Serbia.

“Ini penyakit yang cukup tua,” kata Walker.

“Sejauh yang kami tahu, ada tiga jenis pandemi, waktu terakhir, dari abad ke-19 dan keluar dari China Sekarang, sejauh ini, masih ada di sekitar kita hari ini, tapi wabah telah benar-benar berubah karena dalam wabah pada periode abad pertengahan, penyebarannya sangat, sangat cepat. Kini, penyakit ini jauh lebih lambat dalam penyebaran dan menyebabkan angka kematian jauh berkurang, ” terangnya.

Menurut Walker, para ahli membagi tiga jenis wabah ini : bubonic, septicaemic, dan pneumonic.

Pneumonic atau Pneumonia merupakan penyakit yang paling mematikan, yang sekarang lagi mewabah di Madagaskar. Sangat menular, ia menular dari orang ke orang sering dengan batuk. Jika tidak diobati, ia memiliki tingkat kematian mendekati 100 persen dan bisa berakibat fatal dalam waktu 24 jam setelah terinfeksi.

Bubonic, seperti wabah pes yang disebarkan oleh kutu atau hewan pengerat ke manusia dan bisa menyebar ke paru-paru seseorang. Sekitar 10 persen kasus wabah pes, berkembang menjadi pneumonia.