Revolusi Susu Putih

538 views
Anak SD minum susu tiap pagi pernah jadi program pemerintah dari jaman Orla hingga Orba.
- Advertisement -

PADA era pemerintahan Presiden Sukarno ada istilah terkenal sekali: Revolusi Belum Selesai. Kini di era Jokowi muncul istilah baru: Revolusi Mental. Tiba-tiba sekarang Prabowo Ketum Gerindra memunculkan istilah baru: Revolusi Putih. Apa pula ini? Istilah ini demikian bombastis. Sebab dengan istilah “revolusi” saja, orang akan terbayang pada soal ketata-negaraan. Tapi ketika kata “revolusi” dipadukan dengan kata “putih”, yang dimaksudkan Prabowo ternyata:  anak SD DKI Jakarta setiap pagi minum susu putih tanpa kopi! Oo….., itu to?

Ya, di Jakarta, seiring dengan pergantian pemimpin baru, Ketum Gerindra minta pada Gubernur DKI Anies Baswedan untuk melaksakanakan “Revolusi Putih” dalam arti: semua murid SD hingga SMA di Ibukota tiap pagi minum susu. Agar mereka menjadi anak yang cerdas dan tumbuh sehat. Bukankah lagu “Anak sehat” karya AT Mahmud selalalu mengingatkan: Aku anak sehat tubuhku kuat, karena ibuku rajin dan cermat, semasa aku bayi selalu diberi ASI, makanan bergizi dan imunisasi….. dan seterusnya.

Pesan lagu itu sangat bagus. Tapi sebagaimana kata Prabowo, pemberian susu itu harus berkelanjutan. Bukan dari ASI saja, tapi juga harus dari susu sapi. Sebab susu itu kaya akan kalsium yang berfungsi untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi. Bila susu itu selalu diberikan dalam masa pertumbuhan, niscaya anak-anak SD hingga SMA akan menjadi sehat dan cerdas. Di tangan generasi muda yang sehat dan cerdas inilah, Indonesia ke depan akan menjadi negara yang berjaya, bisa kuasai Freeport seutuhnya.

Mendengar kata “Revolusi Putih” awalanya orang akan berpikir tentang pergantian sistim kekuasaan secara cepat tapi damai. Jika praduga sederhana, misalnya seluruh penduduk DKI Jakarta diwajibkan mengecat tembok rumahnya dengan cat putih. Jaman Golkar masih jaya, di Jateng Gubernur Suwardi pernah mewajibkan tembok-tembok dan pepohonan dicat kuning. Tapi jaman itu juga tak sampai ada istilah “Revolusi Kuning”.

- Advertisement -