Sabtu , 25 November 2017
Home > Berita Khas > Anak Korban Eksploitasi Seksual Jadi Pelaku
Sejumlah anak-anak di kawasan wisata di Indonesia yang mengalami ekploitasi seksual kemudian malah menjadi pelaku (worldpresse).

Anak Korban Eksploitasi Seksual Jadi Pelaku

SIKLUS eksploitasi seksual terhadap anak-anak ternyata terus bergulir, dari sebagai korban, kemudian terjebak di pusaran prostitusi, bahkan setelah itu sebagian korban menjadi pelaku yang menjerumuskan anak-anak lainnya.

Fenomena tersebut terungkap dari hasil penelitian ECPAT Indonesia di sejumlah destinasi wisata di Bali, Medan, Jakarta dan Surabaya pada 2015 dan dilanjutkan di wilayah Karangasem, Gunung Kidul, Garut, Toba dan Samosir pada 2017 (Kompas, 11/11).

ECPAT Indonesia yang berafiliasi dengan ECPAT Internasional  menemukan tiga model pelaku kekerasan seksual anak yakni menjadikan anak sebagai target pemuas seks, sebagai kader dalam kekerasan seksual dan merekrut anak sebagai perantara bisnis “esek-esek” .

ECPAT  Internasional yang merupakan organisasi yang mengkhuskan diri dalam memerangi eksploitasi seksual terhadap anak-anak bermarkas di Bangkok dan memiliki 90 cabang di 82 negara di dunia.

Menurut Manager ECPAT Indonesia, Andi Ardian, dari pengakuan korban yang kemudian menjadi pelaku, awalnya ia sendiri yang menjadi obyek kekerasan seksual.

Baru kemudian setelah korban terjerumus dalam kegiatan prostitusi, pelaku mengajak anak-anak lainnya menjadi perantara untuk mencari “mangsa”  berikutnya.

Korban biasanya diiming-imingi akan mendapat imbalan menarik jika berhasil mengajak teman-temannya dalam aksi mereka.

Para pelaku juga mengetahui type anak-anak yang rentan dieksploitasi, misalnya mereka yang berasal dari keluarga miskin yang mudah diiming-imingi barang mewah atau anak kurang perhatian dari keluarga.

“Biasanya pelaku membawa teman dan meminta korban mengajak temannya, “ tutur Andi.

Dalam penelitian di Bali, trennya, anak laki-laki korban eksploitasi seksual pada umumnya berasal dari keluarga miskin yang terjerumus ke dalam pusaran bisnis prostitusi  akibat faktor ekonomi dan pengaruh konsumerisme. Mereka mengantarkan temannya pada pria dewasa untu dijadikan korban pedofili.